Taman Bacaan Lampaui Ekspektasi

Di tengah maraknya gerakan literasi, terselip satu keprihatinan. Indonesia ditempatkan pada posisi 62 dari 72 negara Dengan minat baca terendah. Benarkah demikian?

ANTUSIAS: Ketua Bhayangkari Polda Jabar Winny Agung Budi Maryoto meresmikan Taman Bacaan Anak di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/2). (CIREBON POWER FOR RADAR CIREBON)

ANAK-anak Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, justru membuktikan sebaliknya. Minat baca tak bisa dibilang rendah. Masalahnya adalah kurangnya akses terhadap bahan bacaan, tidak terjangkau dan bahan bacaan yang tidak cocok. “Saya seminggu tiga kali ke sini,” ujar Firda Juniarti, salah seorang siswa peserta program literasi di Taman Baca Anak (TBA) Pesisir, Jumat (8/2).

Firda bersama rekan-rekannya di MI Al Mukaroman, rutin datang ke TBA. Buku Inovasi adalah favoritnya. Selain animasi dan kartun. Tak sekadar membaca, aktivitas yang dipandung Komunitas Gelemaca, benar-benar membuat perbedaan. “Kita bikin jurnal. Udah baca apa. Ada cerita juga. Kadang ada Gatot Maca,” tuturnya.

Gatot Maca adalah ikon literasi Komunitas Gelemaca. Kehadirannya selalu dinanti anak-anak di TBA. Kartino Ali yang memerankan diri sebagai Gatot Maca berharap ketertarikan ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak datang ke TBA.
Senior General Affairs Cirebon Power, Yusuf Arianto menyebut, TBA melampaui ekspektasi. Setiap harinya puluhan anak berkunjung. Sementara di akhir pekan sedikitnya 150 anak memanfaatkan fasilitas ini. “Nanti kita kembangkan. Karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi,” kata Yusuf.

Tingginya animo terhadap TBA, membuat anak-anak memanfaatkan perahu-perahu nelayan untuk tempat membaca. Juga mengerjakan jurnal dari pembimbing kegiatan literasi.

TBA merupakan program kerjasama antara Dit Polairud Polda Jabar, PT Cirebon Power, dan Komunitas Gelem Maca. Sejak dibuka pada 17 Desember 2018, TBA ini mendapat respons yang sangat baik.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah Jabar, Winny Agung Budi Maryoto mengapresiasi pendirian TBA. Kehadiran taman bacaan ini selaras dengan program Yayasan Kemala Bhayangkari yang telah memiliki beberapa taman bacaan di Jawa Barat.
Peresmian TBA ini merupakan program dalam rangka HUT ke-39 Yayasan Kemala Bhayangkari. Winny menyebutkan, TBA di Desa Bandengan ini unik. Berbeda dengan TBA lain yang didirikan di lingkungan sekolag Yayasan Kemala Bhayangkari. “Semoga TBA ini manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Winny juga didaulat sebagai Bunda Literasi Pesisir oleh Komunitas Gelemaca. (yud/rls)