Tanam Pohon Cara Lestarikan Bumi

GERAKAN-MENANAM-POHON
AJAK TANAM POHON: Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat mengajak masyarakat menanam pohon sebagai aplikasi gerakan program One Man One Tree  (Satu Orang Satu Pohon). FOTO: MOHAMAD JUNAEDI/RADAR CIREBON

CIREBON – Isu Global Warming menjadi momok menakutkan bagi penduduk bumi. Karena kenaikan suhu bumi sangat berpengaruh terhadap ekosistem makhluk hidup.

Berbagai kebijakan dilakukan sejumlah negara agar suhu bumi secara perlahan kembali stabil. Salah satunya, menghutankan kembali lahan-lahan kritis dengan menanam pohon.

Sebagai negara yang andil dalam memproduksi oksigen dunia, Indonesia sejak 2008 sudah mencanangkan gerakan nasional menanam pohon dengan tema One Man One Tree  (Satu Orang Satu Pohon). Setiap tahun, secara simbolis pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanam pohon di sekitar lingkungan tempat tinggal. Puncaknya, pada Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh setiap November.

“Nah, untuk mengawali program ini, di awal tahun kita canangkan Bulan Menanam Nasional,” papar Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat, M Danny Fulton saat bertemu Radar di Desa Leuwihdinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu (9/1).

Untuk mendukung gerakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII, telah membuat tujuh titik persemaian pohon. Tiga di antaranya berada di wilayah Kabupaten Cirebon. Yakni Kecamatan Waled, Sedong dan Dukupuntang.

“Kapasitas produksinya 60 ribu batang di setiap titik persemaian. Kemudian didistribusikan ke wilayah-wilayah terdekat yang memang membutuhkan bibit pohon,” katanya.

Dalam menyediakan bibit tanaman, Dinas Kehutanan tidak hanya memproduksi bibit tanaman yang menghasilkan kayu. Bibit tanaman buah pun diproduksi dengan harapan akan menambah nilai ekonomi masyarakat.

“Melalui program agroforestry, selain hutan-hutan di Jawa Barat ini kembali lestari, masyarakat di sekitarnya pun harus sejahtera dari hasil tanaman buah-buahan,” ujarnya.

Agar gerakan menanam pohon ini masif, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII, mengajak setiap elemen masyarakat, level pemerintahan, instansi pemerintah, dan komunitas untuk terlibat. Seperti halnya di Desa Leuwihdinding, mereka mengajak anak-anak SMA Negeri 1 Lemahabang.

Siswa yang tergabung dalam Repa Smandala ikut terlibat langsung dalam aksi penanaman pohon. Selain sejumlah siswa, ormas dan organisasi kepemudaan pun diajak terlibat. Sehingga kesadaran untuk menanam pohon diawali oleh anak-anak muda.

“Kami ingin, generasi milenial ini menjadi katalisator dalam gerakan menanam pohon. Makanya, sengaja kami jadikan pelaksa kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional,” jelasnya.

Sementara, Kuwu Desa Leuwihdinding, Ono S, berjanji akan merawat tanaman yang sudah ditanam dalam gerakan tersebut. Sekaligus mengimbau warganya yang masih mempunyai pekarangan rumah yang luas untuk ditanami kayu atau buah-buahan.

“Kami ingin menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam keikutsertaan merawat kelestarian lingkungan dengan aktif menanam pohon di setiap jengkal tanah,” tukasnya. (jun)