Tangani Sampah Plastik, DLH Ingin Masyarakat Membiasakan Pakai Goodie Bag

ILUSTRASI

CIREBON-Pantai Cirebon dipenuhi sampah plastik, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasinya. Salah satunya dengan menerbitkan payung hukum, agar regulasinya jelas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Drs H RM Abdullah Syukur MSi mengungkapkan, Kota Cirebon sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) 6/2018, tentang pengurangan dan pengelolaan sampah plastik. Namun demikian perlu petunjuk teknisnya melalui peraturan walikota (perwal).

“Perwal ini akan dirumuskan bersama dengan stakeholder terkait, seperti dinkes dalam hal kesehatan dan disperindag dalam kewenangan kepada pengusaha,” ujar Syukur, saat ditemui Radar Cirebon di ruang kerjanya, Kamis (5/9).

Syukur yang didampingi kepala Bidang Persampahan, Supriyanto menyebutkan, perwal tersebut akan mengatur tentang upaya-upaya pengendalian penggunaan kantung plastik dan turunannya di Kota Cirebon. Termasuk juga peran serta masyarakat, pegusaha supermarket dan minimarket, hingga pedagang di pasar tradisional. Pasalnya, sampah plastik ini sulit terurai secara alami. Dibutuhkan ratusan tahun agar plastik ini bisa terurai.

Kalaupun dibakar, asapnya malah mengandung racun yang berbahaya bila terhirup manusia. Jadi yang bisa dilakukan adalah menerapkan regulasi pengurangan penggunaan plastik. Di samping itu pengolahan sampah plastik yang bisa digunakan kembali atau recycle, juga bisa dilakukan.

Pihaknya juga mengimbau kepada pelaku usaha ritel dan masyarakat, agar menggunakan goodie bag karena penggunaannya bisa berulang kali dan praktis dalam membawanya. Selain itu bahannya ramah lingkungan. Dalam perwal itu salah satu rumusannya mengatur pelaku usaha baik restoran maupun hotel, untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Agar dalam pengolahan sampah nantinya, DLH akan lebih mudah.

Seperti Kota Cirebon, Kota Bandung juga punya masalah serius dengan sampah. Namun, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung sudah selangkah lebih maju. Mereka tengah menggodok peraturan walikota untuk pengurangan sampah plastik. Perwali itu berisi konsep dan petunjuk penerapannya.

Dari rumusan perwal yang didapat koran ini, inti dari perwal mencakup tiga aspek yakni, peran serta masyarakat, pengusaha dan pedagang khususnya di pasar. Di samping itu, ada juga substansi tentang kesanggupan pelaku usaha dan penyedia kantung plastik menyediakan kantung plastik yang ramah lingkungan. Aturan pengurangan kantung plastik ini tidak hanya diberlakukan kepada swalayan atau pusat perbelanjaan saja. Tapi juga menyasar pada masyarakat luas hingga pasar tradisonal. (gus)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait