Tape Ketan Jadi Primadona Oleh-oleh Khas Kuningan

tape-ketan
OLEH-OLEH: Makanan khas Kabupaten Kuningan, yakni peuyeum atau tape ketan, diburu para perantau. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Makanan khas Kabupaten Kuningan, yakni peuyeum atau tape ketan, diburu para perantau sebagai oleh-oleh. Pada umumnya, mereka membeli oleh-oleh khas Kota Kuda seperti tape ketan, opak bakar, ketimpring, kripik, jeniper dan lainnya.

Kebanyakan pemudik mengaku sengaja membeli makanan khas Kuningan itu karena sudah menjadi kebiasaan setiap tahun membawa oleh-oleh dari Kuningan seperti tape ketan. Makanan itu sudah menjadi ikon tersendiri bagi Kuningan yang banyak dilirik para pemudik yang bertolak ke luar kota.

Seperti yang dituturkan pemudik asal Cigintung, Tiwi, yang hendak kembali ke Bekasi. Dirinya rutin setiap tahun, jika kembali berangkat ke perantauan selalu membawa oleh-oleh tersebut.

“Iya sengaja membeli tape ketan karena sering ditanyain kalau sudah kembali di tempat kerja. Jadi kalau pulang kampung ya pas balik lagi ke Bekasi pasti mampir ke tempat oleh-oleh Kuningan,” kata Tiwi yang membawa serta anak dan suaminya saat ditemui awak media, Minggu (9/6).

Sementara, penjual tape ketan, Dudung, mengaku berjualan tape ketan dinilai selalu laris jika musim lebaran tiba. Melihat peminat oleh-oleh khas Kuningan cukup tinggi, dirinya memberanikan diri untuk berbisnis jualan tape ketan.

Alhamdulillah omzet naik, walaupun hari ini harga turun lagi, beda harga waktu saat lebaran. Saya menjual tape ketan tidak langsung mengambil stok banyak. Paling yang ada dulu biar habis terjual baru pesan lagi,” katanya kepada Radar, kemarin.

Dia mengaku, barang dagangan diperoleh dari perajin tape daerah Cibeureum. Setiap ember yang berisi 80 bungkus tape ketan dijual dengan harga Rp60 ribu, berbeda saat hari lebaran bisa mencapai Rp65 ribu.

“Tapi ada juga yang pesan dengan dikemas kardus isi 50 bungkus dijual Rp40 ribu. Ada juga yang lebih murah dengan bungkus plastik isi 15 bungkus dengan harga Rp15 ribu,” sebutnya.

Menurutnya, tape ketan masih menjadi primadona bagi konsumen baik perantau yang mudik atapun wisatawan yang liburan di Kuningan. Selain tape ketan, adapula minuman jeniper, kripik, opak bakar, hingga ketimpring. (ags)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait