Telepon ke Kuningan, Pelaku Bom Samarinda Sempat Minta Surat Pindah

TAMPAK SEPI : Sekretaris Desa Bunigeulis Inar Sudinar berjalan di teras rumah orang tua Juhanda yang tampak sepi. Juhanda adalah tersangka pelaku bom gereja di Samarinda pada hari Minggu (13/10) pagi kemarin hingga menewaskan seorang balita dan melukai tiga anak lain. FOTO : TAUFIK/RADARCIREBON.COM

KUNINGAN – Komunikasi terakhir Joh alias Juhanda pelaku bom Samarinda dengan orang tuanya di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan adalah pada tahun 2014 tak lama setelah menjalani masa tahanan atas keterlibatannya dalam kasus bom buku Tangerang.

Seperti diceritakan adik Juhanda yang bernama nyaris sama, Juharsana, menceritakan kontak terakhir keluarga dengan kakaknya tersebut untuk keperluan administrasi kependudukan. Saat itu Juhanda meminta orang tuanya mengurus pembuatan surat pindah ke kantor Desa Bunigeulis untuk dirinya.

“Terakhir kakak saya kontak dengan orang tua sekitar tahun 2014, minta diuruskan surat pindah dari desa untuk ke Samarinda. Setelah itu tidak ada kabar lagi hingga akhirnya mendapat kabar lagi seperti ini,” kata Juharsana saat ditemui di rumahnya.

Juharsana mengaku sudah lama tak berjumpa dengan kakaknya tersebut sejak tahun 2007 lalu saat memutuskan merantau ke Jakarta. Di perantauan, kepada orang tuanya Juhana mengaku bekerja sebagai pedagang asongan hingga tahun 2010.

“Selama bekerja sebagai pedagang asongan masih ada beberapa kali pulang atau menghubungi lewat telepon. Namun sejak tahun 2010 sama sekali tidak ada kontak, hingga akhirnya dapat kabar dia terkait kasus (bom buku) di Tangerang,” kata Juharsana.

Saat menjalani masa tahanan pun, lanjut Juharsana, kedua orang tuanya sempat menjenguk Juhana dan berencana menjemput saat waktu pembebasan. Namun belum sempat dijemput, ternyata orang tuanya mendapat telepon dari Juhana bahwa dia sudah ada di Samarinda dan meminta orang tuanya mengurus surat pindah ke desa.

Juharsana mengaku baru mengetahui kakaknya tersebut kembali ditangkap polisi karena kasus bom di Samarinda pada hari Senin (14/11) siang. Dia kaget saat di rumahnya banyak didatangi anggota polisi dan kemudian membawa kedua orang tuanya ke Mapolsek Ciniru untuk dimintai keterangan.  (taufik)