Temui Dirjen Hubdar, Alhamdulillah…Wawali Bawa Pulang Tambahan 5 Bus BRT

Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati didampingi Kepala Dishub Ir H Yoyon Indrayana MT menemui Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiadi, Rabu sore (17/7). FOTO:DOKUMENTASI PRIBADI ETI HERAWATI FOR RADAR CIREBON
Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati didampingi Kepala Dishub Ir H Yoyon Indrayana MT menemui Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiadi, Rabu sore (17/7).FOTO:DOKUMENTASI PRIBADI ETI HERAWATI FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Di balik hingar bingarnya mutasi di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, ada kabar gembira yang dibawa Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati yang sedang berada di Jakarta. Dia berhasil menyelesaikan tugasnya, membawa pulang kepastian operasional Bus Rapid Transit (BRT) yang sempat terlantar berbulan-bulan di parkiran Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon.

Eti menyebutkan, ia mendatangi Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiadi. Dalam pertemuan itu, pihak hubdar memahami permasalahan BRT terkait dengan jumlah yang diterima Pemkot Cirebon tidak sesuai. “Setelah pertemuan, Pak Dirjen memutuskan untuk mengirimkan sisa lima BRT yang belum diterima,” ujarnya.

Dengan tambahan unit ini, Pemerintah Kota Cirebon tidak perlu mengubah berita acara serah terima operasionalnya. Tetap jumlah bantuan BRT 10 unit, dengan sisanya dikirim paling lambat bulan depan. “Ini kabar baik, secara administratif di Kemenhub sudah selesai Pak Menteri sudah tandatangan. Tinggal kelengkapan operasional seperti plat nomer, infrastruktur untuk koridor dan rutenya. Jadi lima unit bisa jalan dulu,” katanya.

Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati diterima Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti. FOTO:DOKUMENTASI PRIBADI ETI HERAWATI FOR RADAR CIREBON
Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati diterima Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti. FOTO:DOKUMENTASI PRIBADI ETI HERAWATI FOR RADAR CIREBON

Dalam pertemuan itu, Eti didampingi Kepala Dishub, Ir H Yoyon Indrayana MT. Yoyon menambahkan, Dirjen Hubdar sudah menyiapkan aspek legalitas dari BRT. Sedangkan pihaknya sedang mengkaji dan menyiapkan alternatif rute yang akan dilalui BRT. Termasuk siapa yang mengelolanya, apakah dishub, badan usaha lain atau swasta. “Dalam pengkajian nanti, kita akan libatkan stakeholder terkait, juga organda dan pengusaha angkot,” tukasnya.

Seperti diketahui, operasional BRT di Kota Cirebon terhambat dengan jumlah armada yang tidak sesuai dengan berita acara serah terima. Dalam dokumen itu, disebutkan bahwa Kota Cirebon mendapatkan bantuan 10 bus. Namun, realisasinya hanya lima unit saja.

Sisa lima unit lain, rupanya diberikan kepala Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Kuningan. Selain ketidaksesuaian jumlah, operasional BRT juga menemui banyak kendala. Diantaranya, belum ada infrastruktur pendukung seperti halte. Kemudian belum jelas siapa yang akan menjadi pengelolanya. Termasuk rute yang dilalui.

Di kesempatna itu, Eti juga dapat titipan pesan dari Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti. Intinya, Kota Cirebon diminta membantu dan mendorong agar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) bisa dimanfaatkan secara maksimal. Baik untuk perjalanan dinas pemkot maupun masyarakat Kota Cirebon yang menggunakan moda transportasi udara. (gus)