Temukan Sampah Popok Bekas, Indonesia Kembalikan 8 Kontainer Limbah Kertas Bercampur Limbah B3 Asal Australia

Petugas pabean Indonesi menunjukan sebagian limbah, termasuk limbah popok bekas, yang tercampur dalam limbah kertas bekas dari Australia.ABC News: David Lipson

PEJABAT bea cukai Indonesia mengatakan mereka akan mengirim kembali delapan kontainer berisi limbah kertas ke Australia setelah mereka menemukan sampah rumah tangga termasuk popok bekas dan barang elektronik di dalamnya.

Dikutip dari Indonesia to send back Australian paper waste ‘contaminated’ by dirty nappies and electronics limbah kertas berbobot sekitar 210 ton yang berasal dari Brisbane, Queensland itu telah terdampar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur sejak Juni lalu ketika kecurigaan muncul, pengiriman tersebut mungkin telah terkontaminasi.

Pejabat Indonesia pada Selasa (9/7/2019) hari ini mengumumkan tindakan inspeksi menyeluruh terhadap muatan container itu menemukan bahwa pengiriman kertas juga mengandung didalamnya wadah oli motor, keping CD lama, top box televisi dan remote control.

Kontainer itu dinyatakan telah terkontaminasi oleh bahan beracun atau berbahaya (B3) dan akan dikembalikan.

“Ini sangat, sangat serius – terutama karena terkait dengan lingkungan, masalah kesehatan, dan perlindungan publik,” kata Basuki Suryanto, kepala bea cukai di Pelabuhan Tanjung Perak.

Petugas bea cukai mengundang media untuk memeriksa peti kemas di dermaga di Surabaya.

Mereka mengangkat sebuah botol cola dari Woolworths serta edisi lama dari surat kabar Courier Mail.

Otoritas Indonesia mengatakan negaranya telah menjadi tempat pembuangan sampah oleh negara-negara barat sejak China melarang impor limbah asing.

Pihak berwenang di beberapa pulau termasuk Jawa telah menemukan plastik dalam wadah limbah kertas yang diekspor secara sah ke pabrik kertas lokal.

Pabrik itu tidak dapat menggunakan plastik, dan beberapa telah menjualnya ke pabrik tahu yang membakarnya untuk bahan bakar untuk digunakan dalam oven mereka.

Namun, plastik menghasilkan asap beracun yang menyebabkan masalah pernapasan dan mencemari saluran air setempat.

Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan mereka tidak akan ragu untuk mengirim kembali segala sesuatu dan setiap muatan plastik ilegal yang ditemukan di dermaga Indonesia.

Bulan lalu, Indonesia mengirim kembali limbah kertas asal Kanada, yang diimpor melalui Amerika Serikat, karena terkontaminasi dengan plastik, karet, dan popok. (abc)