Teori ala Penta Helix

Ridwan Kamil Sinergikan Program dengan CSR Perusahaan

KERJASAMA: Gubernur Ridwan Kamil (tengah) menandatangani perjanjian kerjasama dengan kalangan industri terkait penerapan CSR di wilayah Jawa Barat. FOTO: BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PEMPROV JABAR
KERJASAMA: Gubernur Ridwan Kamil (tengah) menandatangani perjanjian kerjasama dengan kalangan industri terkait penerapan CSR di wilayah Jawa Barat.FOTO: BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PEMPROV JABAR

JAKARTA-Demi menghadirkan sinergitas dengan Corporate Social Responsibility (CSR), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merangkul perusahan untuk mendukung program pembangunan. “Sebelum mengucurkan CSR-nya, perusahaan harus ngobrol dulu dengan gubernur. Nanti, gubernur deteksi dulu ada masalah apa di Jawa Barat, agar jangan asal menghabiskan anggaran tapi tidak efektif,” kata Ridwan Kamil usai kegiatan Corporate Communications, Social Responsibility, and Security Executive Forum Astra International di Menara Astra, Jakarta Pusat, kemarin (12/2).

Dijelaskan dia, ajakannya kepada perusahaan untuk ikut membangun daerah merupakan perwujudan teori penta helix. Trobosan ini sejalan dengan era birokrasi dinamis yang tengah diterapkan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahwa pembangunan tidak hanya harus dilakukan oleh pemerintah.

“Inilah teori membangun tidak harus dengan APBD, tapi dengan teori penta helix. ABGCM, yaitu Academy, Bussiness, Government, Community, dan Media,” jelasnya.

Penerapan teori tersebut, merupakan implementasi dari potensi yang dimiliki Jawa Barat. Perlu diketahui, Jawa Barat merupakan provinsi yang diminati investor untuk menanamkan modal karena lokasinya dekat dengan ibukota Jakarta.

“60 persen bisnis berebut untuk investasi di Jawa Barat. Maka, kita manfaatkan CSR perusahaan untuk membangun daerah,” bebernya.

Satu Desa Satu Perusahaan dan Desa Digital, adalah sejumlah program yang perlu didukung perusahaan lewat CSR masing-masing. “Nanti, kita ajak perusahaan untuk bantu kemajuan desa,” pungkasnya. (jun)