Ternyata Motor Hikmah Andriani Tak Hilang Misterius, Diamankan Warga

Wanita yang Alami Kecelakaan dan Motornya Tak Ada di Lokasi

Hikmah Andriani saat ditemui Radar Cirebon di rumahnya, Rabu (27/2). Dia menunjukkan luka yang ada di pelipis mata. (kanan) Sepeda motor milik Hikmah Andriani yang sempat dikabarkan hilang, ternyata diamankan warga Desa Bobos, Dukupuntang. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
Hikmah Andriani saat ditemui Radar Cirebon di rumahnya, Rabu (27/2). Dia menunjukkan luka yang ada di pelipis mata. (kanan) Sepeda motor milik Hikmah Andriani yang sempat dikabarkan hilang, ternyata diamankan warga Desa Bobos, Dukupuntang. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Bukan kriminalitas. Terjawab sudah peristiwa yang menimpa Hikmah Andriani (39) warga RT 03 RW 01, Blok Pekuwon, Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Hikmahmengalami kecelakaan tunggal di perbatasan Cirebon-Majalengka. Motornya tak ada di lokasi kejadian yang bikin heboh. Sempat diduga raib karena aksi kejahatan, ternyata motor itu aman-aman saja.

Penulusuran Radar Cirebon, sepeda motor jenis Honda Spacy warna hitam nopol E 6536 HB itu dirawat (diamankan) oleh Zaenal Arifin alis Supri (21) warga Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Supri menjelaskan, pada Selasa pagi (26/2) ia melihat seorang ibu yang telah mengalami kecelakaan tunggal. Tepatnya di perbatasan Cirebon-Majalengka.

Setelah kecelakaan, kobannya langsung dilarikan ke puskesmas menggunakan mobil. Sementara motornya dibiarkan di lokasi. Karena itu, diamankan Supri. Namun, tiga hari ditunggu, kata Supri, korban tidak balik lagi untuk mengambil motornya.

“Jadi ibu yang kecelakaan itu kok tidak datang lagi ambil motornya. Bahkan selama 3 hari ini. Nah kebetulan ada tetangga yang ikut grup sosial media Facebook. Di-share oleh tetangga dengan dicantumkan nomor saya. Tidak lama, keluarga korban menelepon. Tadi sore (Kamis, red),” ujar Supri.

Baca: https://www.radarcirebon.com/aneh-motor-kok-bisa-hilang-misterius-korban-tersadar-saat-sudah-di-puskesmas.html

Supri mengaku, meski banyak yang sudah meneleponnya dan mengaku sebagai pemilik motor, namun ia tidak serta merta akan memberikan motor tersebut. Ada syarat yang harus dipenuhi. Yakni dengan menunjukan BPKB dan STNK asli.

“Kalau ada yang mau ambil harus menujukkan BPKB dan STNK yang asli nanti dicocokkan. Khawatir ada oknum yang memanfaatkan situasi ini. Kalau tidak ada yang mengaku sampai satu minggu, kita serahkan saja ke Polsek Dukupuntang,” katanya.

Supri juga merawat sepeda motor korban dengan hati-hati. Barang apapun yang di dalam jok motor belum ia sentuh. Hanya saja, dirinya sudah membuka jok untuk mencari identitas korban. Sayang, dalam jok tidak ada identitas apapun. “Di dalam jok ada uang dan barang juga. Saya gak berani sentuh Mas. Itu milik orang,” ucapnya.

Sementara itu, Hikmah Andriani sudah mengetahui bahwa motornya ada di Supri. Pencariannya selama 3 hari, telah membuahkan hasil. Berkali-kali ke polsek setempat dan mencari motornya, akhirnya terjawab dengan kabar tersebut.

“Saya lihat bentuk dan plat nopolnya sama dengan motor saya. Saya sudah hubungi yang menyimpan motor saya. Besok (hari ini, red) saya akan ke rumahnya dengan membawa STNK dan BPKB aslinya untuk mengambil motor itu,” ucap Hikmah kepada Radar Cirebon.

Seperti diberitakan, peristiwa yang dialami Hikmah Andriani sempat bikin heboh. Dia mengalami kecelakaan, Selasa lalu (26/2), usai mengantar pupuk ke pelanggan di Majalengka. Saat dalam perjalanan pulang, tepatnya akan memasuki pebatasan Cirebon-Majaelngaka, dirinya dilanda ngantuk berat hingga akhirnya mengalami kecelakaan.

“Pas mendekati perbatasan Cirebon-Majalengka tiba-tiba mata ini ngantuk. Saya berusaha nahan dengan baca zikir, tapi tetap saja. Saya cari masjid untuk Salat Duha dan istirahat. Terakhir saya lihat, saya sudah lewat perbatasan dan sudah masuk Dukupuntang. Setelah itu, saya tidak sadar lagi apa yang terjadi pada saya,” ungkapnya. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait