Terpeleset, Anak Punk Tewas Terlindas Tronton

Terpleset-Wanita-Punk-Tewas-Dilindas-Tronton1
MENINGGAL: Diduga terpeleset saat hendak naik truk tronton, perempuan yang diduga anak punk tewas dengan kondisi mengenaskan, Kamis (18/9). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Seorang perempuan yang diduga dari kelompok anak punk tewas terlindas truk tronton yang hendak dinaikinya. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Raya Pantura Patrol tepatnya di depan Pasar Daerah Patrol, Kamis (18/7), sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban yang diketahui berinisial DW (18), warga Desa Kiarapayung Kecamatan Compreng Kabupaten Subang mengalami luka parah pada bagian tubuh dan kepalanya akibat terlindas ban belakang sebelah kanan.

Berdasarkan informasi, kejadian bermula saat korban bersama beberapa rekannya yang berpenampilan anak punk sedang berkumpul di tengah median jalan.

Saat situasi arus lalu lintas sedang tersendat, mereka langsung berlarian menuju sebuah truk tronton nopol B 9116 SHE yang terpaksa melaju lambat dari arah Cirebon menuju Jakarta. Dewi yang naik dari arah belakang, tiba- tiba terpeleset. Ia kemudian melayang jatuh sebelum akhirnya dilindas roda belakang tronton. DW tewas di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.

Darah dan gumpalan daging berceceran di permukaan aspal. Oleh warga, tubuh korban lantas ditutup lembaran kardus. Sementara, truk tronton yang dikemudikan Suparman (63) warga Kota Semarang baru berhenti di depan kantor Polsek Patrol atau sekitar 500 meter dari TKP.

“Ada truk tronton lewat, mereka kayaknya mau ikut tapi yang satu terpeleset kemudian jatuh dan terlindas roda belakang. Trontonnya mah jalan terus, gak tahu apa yang terjadi dan baru berhenti di depan Polsek,” ungkap Ali, kepada Radar di lokasi kejadian.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki melalui Kapolsek Patrol H Mashudi SH MH membenarkan kejadian itu. Mendapat laporan, petugas langsung ke lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Pantura MA Sentot Patrol. “Korbannya perempuan, sudah teridentifikasi, warga Subang,” kata Kapolsek Mashudi. (kho)