Terus Meluap, Tanggul Cimanuk Kongsijaya Kembali Amblas

Pemerintah Desa Kongsijaya memantau kondisi tanggul di Blok Mawar, RT 02 RW 01, tanggul amblas sudah membuat pemukiman rumah warga ikut bergeser. FOTO:ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
Pemerintah Desa Kongsijaya memantau kondisi tanggul di Blok Mawar, RT 02 RW 01, tanggul amblas sudah membuat pemukiman rumah warga ikut bergeser. FOTO:ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Terus meluapnya Sungai Cimanuk membuat tanggul cimanuk di Blok Mawar, RT 05 RW 02, Desa Kongsijaya, Kabupaten Indramayu kembali amblas, yang membuat 6 beberapa pemukiman warga mengalami retak, satu diantaranya sudah dirobahkan karena dianggap membahayakan, Selasa (12/2).

Hasil pantauan wartawan Radar Indramayu, setidaknya ada dua titik tanggul cimanuk di Desa Kongsijaya yang kondisinya membahayakan warga, pasalnya tanggul yang amblas lebih dari 2 meter ini, sudah masuk ketanah warga, dan merusak beberapa rumah warga, membuat rumah warga bergeser, sehingga menimbulkan retakan ditembok dan lantai rumah.

Kuwu Kongsijaya H Sutarjo mengatakan kondisi tanggul amblas sudah terjadi beberapa tahun belakangan, dan sudah pernah di lakukan perbaikan kedua, tiga tahun yang lalu, oleh BBWSCC, namun karena intensitas hujan di wilayah hulu tinggi berdampak pada amblasnya tanggul, dan berdasarkan data dilapangan setidaknya ada 6 rumah warga yang terkena dampak dari amblasnya tanggul.

“Sudah pernah diurug, tapi amblas lagi, malah pada bulan yang lalu, rumah warga tertarik tanggul amblas, sehingga bergeser membuat tembok rumah warga retak-retak,” tuturnya.

Sementara, Mukromin (65) warga Blok Mawar, yang rumahnya terkena dampak tanggul amblas, mengatakan bergeraknya tanggul sebulan yang lalu membuat rumahnya tertarik amblas, hingga 30 cm, padahal sudah dilakukan upaya perbaikan tanggul, namun tak dapat menahan tanggul amblas lebih lama.

“Amblasan tanggul sekarang sudah masuk tanah warga, rumah saya saja sudah retak-retak, geser 30 centi, mudah-mudahan bisa segera dilakukan perbaikan lagi, apalagi curah hujan masih tinggi potensi amblas masih bisa terjadi,” ujarnya. (oni)