Tiap Pekan 7 Ribu Orang Banjiri CFD dan Pasar Rakyat di Siliwangi dan Bima

Suasana Car Free Day (CFD) dan Pasar Rakyat di kawasan Bima. FOTO: APRIDISTA/RADAR CIREBON
Suasana Car Free Day (CFD) dan Pasar Rakyat di kawasan Bima.FOTO: APRIDISTA/RADAR CIREBON

CIREBON-Kota Cirebon belum memiliki ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat. termasuk sarana olahraga rakyat. Sehingga pemanfaatan ruang seperti Car Free Day (CFD) sudah seharusnya dilakukan.

Dalam survei Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Cirebon, sedikitnya terdapat 7 ribu warga melakukan aktivitas olahraga setiap Minggu pagi di tiga titik. Artinya, masyarakat Kota Cirebon memang membutuhkan ruang untuk tempat berolahraga.Banyak pedagang yang membuka lapaknya di ruang olahraga. Kehadiran mereka, sedikit banyaknya mengganggu kenyamanan warga yang memang ingin berolahraga.

Selain masalah pedagang, pemanfaatan CFD saat ini memang belum optimal untuk aktivitas olahraga. Tata ulang untuk menempatkan antara aktivitas pedagang di CFD serta kegiatan aktivitas berolahraga di CFD Minggu pagi bisa saling berjalan. Karena semestinya pemanfaatan CFD sebagai ruang aktivitas berolahraga masyarakat Kota Cirebon tersebut bisa dengan berbagai macam jenis olahraga.

Organisasi nirlaba carfreeday.org menyebutkan, CFD adalah sebuah kegiatan kampanye untuk mengurangi tingkat pencemaran udara di kota-kota besar di seluruh dunia yang disebabkan oleh kenderaaan bermotor.

Sejarahnya, CFD bermula pada tanggal 25 November 1956. Belanda melaksanakan CFD setiap hari Minggu, kemudian Prancis pada tahun tahun 1995 melaksanakan pesta memperingati Green Transport Week di Kota Bath. Inilah perjalanan panjang sejarah kegiatan CFD, yang pada akhirnya kegiatan ini diperingati setiap tanggal 22 September di seluruh dunia.

Di Indonesia, CFD pertama kali dilaksanakan tahun 2001 di Jl Imam Bonjol yang saat itu dilakukan penutupan jalan setelah beraudiensi dengan pihak kepolisian dan diputuskan oleh Irjen Pol Djoko Susilo menutup Jalur Sudirman-MH Thamrin dan  pada saat hari bumi dan dilanjutkan tanggal 22 September 2002 yang berlangsung dengan sukses.

Di mana pada saat itu KPBB dan para aktivis lingkungan hidup bersama masyarakat mengkampanyekan penghapusan penggunaan bensin bertimbel. Setahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 21 September 2003, Pelaksanaan CFD mulai menyebar keseluruh penjuru dunia.

Di Kota Cirebon sendiri, CFD baru diuji coba 2010. Areanya membentang dari SMPN 1 Jl Siliwangi hingga persimpangan Jl Muhammad Toha. Dan telah menjadi pusat kegiatan masyarakat selama sembilan tahun terakhir. Hanya saja, minimnya sentuhan pemerintah membuat hari bebas kendaraan tak lagi sesuai tujuannya. (apr)