Tiket Pesawat Murah Dimulai Hari Ini

Hanya Maskapai Citilink-Lion Air, Berlaku pada Hari dan Jam Tertentu

Ilustrasi Tiket Pesawat

JAKARTA-Harga tiket pesawat berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) domestik akan diatur maksimal 50 persen di bawah tarif batas atas (TBA), mulai berlaku hari ini 11 Juli 2019. Tarif ini berlaku terbatas, yakni hanya 30 persen dari total kapasitas pesawat.

Pesawat yang harganya tiketnya turun ini hanya pesawat dengan mesin jet, sehingga pesawat yang menggunakan baling-baling (propeller) harga tiketnya tetap. Selain itu, tiket-tiket murah ini hanya berlaku pada hari tertentu saja. Yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. Penerbangannya pun dibatasi. Antara pukul 10.00-14.00 waktu bandara setempat. Tarif ini akan dievaluasi berkala, mengikuti evaluasi rute penerbangan yang dilakukan dua tahun sekali oleh Kementerian Perhubungan.

Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan saat ini rata-rata Citilink menerapkan harga 85 persen dari TBA, sedangkan Lion Air 75 persen dari TBA. “Dari tarif yang selama ini diterapkan itu akan diturunkan menjadi separonya. Sehingga nantinya tarif Citilink akan menjadi 42,5 persen dari TBA, dan Lion Air 37,5 persen dari TBA,” katanya saat konferensi pers di Jakarta.

Menurut pria yang kerap disapa Susi itu, mayoritas penurunan harga tiket ini memang akan berlaku untuk LCC di bawah manajemen Garuda Indonesia Group (Citilink) dan Lion Air Group saja. Sedangkan untuk Air Asia, tidak banyak berpengaruh. Sebab, penerbangan Air Asia pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu pada pukul 10.00-14.00 tidak banyak. “Mereka (Air Asia, red) cuma sekitar 10 flight yang kena. Itu juga sebenarnya mereka sudah comply, jadi sudah di bawah 50 persen TBA,” sambungnya.

Tapi Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku telah mengingatkan Air Asia agar tak menaikkan harga tiketnya, dari yang tadinya di bawah 50 persen TBA menjadi 50 persen TBA. “Kita sudah bilang, you (Air Asia) jangan mentokkan (harga tiket) ke 50 persen TBA lho. Harus seperti apa yang sudah berjalan sekarang ini,” ucap Darmin.

Tiket murah ini terwujud berkat cost sharing yang diterapkan oleh berbagai stakeholder yang terlibat dalam industri penerbangan. Seperti maskapai, pengelola bandara, Airnav dan lain-lain. Terpisah, Direktur Keuangan PT Citilink Indonesia Ester Siahaan mengatakan pihaknya terbantu dengan adanya sharing cost secara bersama. “Itu membuat Citilink siap menurunkan harga tiket untuk jam-jam happy hour,” tuturnya.

Dia juga mengapresiasi insentif fiscal berupa pembebasan pajak sewa pesawat yang diberikan oleh pemerintah. Sharing cost lain yang diterapkan adalah potongan biaya dari pengelola bandara. Sharing cost dari pengelola bandara ini dilakukan melalui sharing infrastruktur, kolaborasi sumber daya serta penyatuan platform informasi antar bandara. Sebab saat ini, masing-masing pengelola bandara mempunyai platform yang berbeda-beda, sehingga kurang efektif menekan pengeluaran untuk jangka panjang.

“Kalau ini bisa dilakukan, kira-kira bisa 15-20 persenlah (efisiensi cost-nya), tapi bertahap ya,” tutur Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Biaya-biaya yang dapat ditekan misalnya biaya ground handling dan biaya untuk SDM di bandara. Efisiensi ini, menurut dia, adalah yang paling besar pengaruhnya bagi program penurunan harga tiket pesawat.

Contohnya saja, dengan efisiensi ini, maskapai jadi bisa mendapatkan diskon parking fee untuk pesawat-pesawat yang akan terbang pada hari dan jam khusus tiket murah tersebut. Insentif yang akan diberikan pengelola bandara kepada maskapai nantinya dapat berbentuk potongan harga, voucher, atau pun langsung diterapkan dengan penurunan tagihan. (rin/jpnn)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait