Tim Gabungan Kasus Novel Hasilkan Laporan 170 Halaman 1500 Lampiran

Novel Baswedan

Tim Gabungan yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Novel Baswedan mengklaim telah menyelesaikan laporannya.

“Tim sudah selesai melakukan tugas sesuai dengan SK Kapolri 6 bulan lalu dan laporan sudah disusun 170 halaman dengan lampiran hampir 1.500 lampiran halaman. Kami menggunakan pendekatan scientific untuk membantu mengungkap kasus ini,” kata Nur Kholish yang merupakan anggota tim di Mabes Polri Selasa (9/7/2019) malam.

Mantan Ketua Komnas HAM dan Komisioner Komnas HAM periode 2007-2017 itu menambahkan jika tim tidak mengandalkan investigasi sendiri tapi dibantu penyidik Mabes dan Polda Metro.

“Sudah disampaikan ke kapolri dan akan mempelajari. Progresnya kami akan sampaikan hasil lengkap pada minggu depan karena setelah diskusi hari ini kami menghargai masukan Kapolri walaupun secara subtansi (isi laporan) tak berubah,” tambahnya.

Hendardi yang juga merupakan anggota tim menambahkan tim dibentuk melalui SK Kapolri dan memang, seperti pemberitaan awal, isinya ada 65 orang dimana sebagian besar polisi.

“Tim berangkat dari penyelidikan Polri sebelumnya. Tim gabungan pencari fakta ada dari KPK juga kendati mereka tidak seluruhnya hadir tapi beberapa kali hadir secara formal diutus KPK,” imbuhnya.

Tim berangkat dari temuan polisi karena tidak mungkin mereka asal menerawang dari mana-mana. Penyelidikan polisi itulah yang dicoba di uji kembali termasuk ada kegiatan reka ulang di TKP dan penjelajahan saksi-saksi terhadap alibi mereka yang diduga pelaku.

“Termasuk mengembangkan saksi-saksi makanya itu kenapa kami ke Ambon, ke Malang itu dalam rangka pengembangan saksi-saksi. Alibi orang yang diduga terlibat dalam kasus ini apa betul, nah hasilnya minggu depan kita sampaikan,” tambahnya.

Yang jelas menurut Hendardi ini bukan perkara biasa tapi perkara yang melibatkan orang yang dikategorikan punya latar belakang politik karena itu tim mencari motif dimaksud.

“Motif apa saja yang kami temukan nanti pekan depan akan kami sampaikan tapi pendek kata pak Kapolri menyampaikan ada progres yang baik, ada temuan baru di dalam investigasi kami. Beliau akan mempelajari apa yang kami sampaikan kemudian pekan depan kami menyelenggarakan konpers bersama humas Polri, Polda Metro, dan anggota tim,” urai Hendardi.

Mantan Ketua PBHI ini menambahkan yang disajikan tim tidak hanya satu nama tapi bisa beberapa. Tapi tim tidak langsung menyebut nama orang. Sebagai orang KPK maka kasus Novel menurutnya bisa diliat punya latar belakang politik dan high profile.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menambahkan atas nama kapolri, Polri menyampaikan terimakasih kepada tim dan pakar. Konten dan temuan akan disampaikan ke publik paling lambat satu minggu kedepan.

“Laporan semua di pak Kapolri dan akan dipelajari. Ada temuan, progres. Temuan menarik dan akan kita sampaikan dalam sesi konpers paling lambat minggu depan,” sambungnya. (*)