Titan, Bakal Calon Kehidupan Manusia?

Dragonfly (Foto: NASA)

NASA berencana mengirimkan sebuah pesawat tak berawak yang dijuluki Dragonfly ke bulan milik Saturnus, Titan.

Misi penting ini sangat berarti bagi badan antariksa untuk mengeksplorasi tata surya. Selain itu, memiliki tujuan untuk mencari petunjuk mengenai asal usul manusia.

“Hari ini saya umumkan bahwa misi kami berikutnya, Dragonfly, akan menjelajahi bulan terbesar Saturnus, Titan,” kata administrator NASA, Jim Bridenstine.

Dilansir Reuters, Dragonfly, merupakan pesawat tak berawak, berukuran berukuran sebesar mobil caddy golf, dengan empat baling-baling. Pesawat ini akan memulai misi selama delapan tahun pada tahun 2026.

Diketahui, Titan merupakan bulan yang mengorbit planet Saturnus. Dikenal karena kemiripannya dengan karakteristik awal Bumi, sehingga peneliti menganggap ada potensi penelitian untuk mempelajari asal usul kehidupan di sana.

Dragonfly bertenaga nuklir akan menjadi pesawat tak berawak pertama yang akan mendarat di Titan. Kemampuan terbangnya lebih dari 100 mil, melalui atmosfer Titan yang tebal.

“Titan tidak seperti tempat lain di tata surya kita, dan menyerupai keadaan awal bumi,” tambahnya.

Instrumen Dragonfly akan mengevaluasi kelayakan Titan sebagai tempat hunian. Selain itu, mencari petunjuk masa lalu atau bahkan kehidupan sekarang.

Dragonfly adalah misi eksplorasi tata surya keempat yang dipilih, di bawah program New Frontiers NASA. Serangkaian misi termasuk penyelidikan New Horizons telah diluncurkan pada tahun 2006 untuk mempelajari Pluto dan OSIRIS-REx, yang diluncurkan pada 2016 untuk mempelajari asteroid berbatu Bennu.