TKI Asal Majalengka 11 Tahun Disekap di Saudi, Akhirnya Kirim Titik Lokasi lewat HP Sopir Majikan

TKI-Bermasalah
TANPA KABAR: Endah Suhertini binti Kusna, TKI asal Desa Cidenok sudah 11 tahun tanpa kabar. Endah diketahui tidak boleh berhubungan dengan dunia luar oleh majikan. Foto: Ist/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Keluarga Endah Suhertini binti Kusna bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya Endah yang merupakan TKI asal Blok Jumat, RT 02 RW 05, Desa Cidenok, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, sudah tidak memberi kabar selama 11 tahun atau sejak tahun 2008.

Setelah penantian lama, sang anak akhirnya mendapatkan pesan singkat yang dikirimkan Endah dari Arab Saudi. Endah juga memberitahukan bahwa dirinya selama ini ia disekap majikan. Endah tidak diizinkan untuk berhubungan dengan dunia luar.

Ketua Forum Komunitas Keluarga Buruh Migran Indonesia (KKBM) Majalengka Ida Neni Wahyuni mengklaim jika telah mendapat informasi dari anak Endah jika ibunya disekap oleh majikan dan tidak bisa berhubungan dengan dunia luar.

“Kami dapat informasi dari anaknya bahwa TKI Endah telah mengirim pesan singkat pada Mei lalu bahwa dia disekap di suatu tempat di Arab Saudi. Itu pun dia mengirim pesan dengan menyelinap memakai smartphone sopir majikannya asal India,” ujar Ida kepada Wartawan, Rabu (24/7).

Dia menuturkan, Endah sempat mengirimkan titik koordinat tempatnya berada. Endah diketahui berada di Kota Khamis Mushait.

“Kami dapat pesan ini dan ini dapat menjadi dasar dalam pencarian untuk menemukan keberadaan TKI Endah secepatnya, sebelum keberadaanya berpindah-pindah lagi,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, informasi yang didapat dari anak korban ini telah dilaporkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PU, dan BNP2TKI. Dan meminta bantuan optimal pemerintah agar Endah segera dibebaskan dan dipulangkan ke keluarga. Pemerintah, kata dia, juga harus mengoptimalkan agar Endah menerima haknya selama bekerja.

Untuk diketahui, kasus Endah ini menambah rangkaian TKI bermasalah asal Majalengka. Sebelumnya, TKI asal Ligung, Tasini pulang ke tanah air dalam kondisi penuh luka. Tidak lama, Nadya, TKI asal Kertajati pulang tak bernyawa karena diduga dianiaya majikan. (azs)