TKW asal Cirebon Hilang Kontak 13 Tahun, Keluarga Ungkap Telah Melaporkan ke BNP2TKI Sejak 2017

Suniah dan Marka menunjukkan foto anaknya Fitriyah yang sudah hilang kontak 13 tahun selama bekerja di Arab Saudi.(IST)

CIREBON-Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Lungbenda RT 10 RW 01 Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, bernama Fitriyah, sudah tiga belas tahun lamanya hilang kontak saat bekerja di Jeddah, Saudi Arabia.

“Selama 13 tahun ini Fitriyah bekerja di Jeddah, Arab Saudi,” ungkap Marka.

Pihak keluarga berharap bisa bertemu kembali dengan Fitriyah Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, TKW yang hilang kontak tahun 2006. Fitriyah, anak ketiga dari empat bersaudara itu. Ia dikenal kerabat keluarga sosok yang pendiam.

Kepada radarcirebon.com, Halimah mengungkapkan tahun 2017 pihak keluarga mendatangi BNP2TKI dan selama 2 tahun tidak ada kabar.

“Melalui pengaduan tersebut, kami memutuskan untuk menghubungi pihak Kementerian Luar Negeri dengan disambungkan ke Direktorat Perlindungan WNI. Namun, dikembalikan lagi untuk mendatangi Disnakertrans Kabupaten Cirebon, BNP2TKI, dan Imigrasi Cirebon,” ungkap Halimah, saudara sepupu Fitriyah, Kamis (25/7).

Lebih lanjut, imbuh Halimah, keluarga mendatangi kembali BNP2TKI dan Disnaker Kabupaten Cirebon untuk mengadu dengan berharap bisa diproses dengan sebenar-benarnya.

Diketahui, sebelumnya, menurut Marka, berangkat pada Desember 2006, Fitriyah diberangkatkan oleh perusahaan jasa penyalur tenaga kerja untuk ke luar negeri yang berada di Jakarta, yakni PT Safika Jaya Utama.

Marka mengungkapkan satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Fitriyah sempat mengirimkan uang gaji kepada mereka, tapi tidak bisa berkomunikasi. “Pada saat itu yang menyampaikan adalah majikannya, yakni Mahmud Ibad Althuwairiqi,” terangnya, Kamis (25/7).

Perginya Fitriyah ke luar negeri, kata Marka, adalah kemauan anaknya sendiri.

Hal ini diakui saudara sepupu Fitriyah, Halimah.

“Fitriyah ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan cara menjadi TKW, dengan harapan mendapatkan kehidupan lebih baik. Fitriyah berangkat menjadi TKW setelah lima bulan lulus dari sekolah menengah atas (SMA),” kata Halimah.

Di matanya, Fitriyah sosok yang pendiam.

Saat ini, kedua orang tua Fitriyah berharap, ada perhatian dari pemerintah, sehingga Fitriyah dapat kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga di Blok Desa, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. (*)