Tol Cigatas Pintu Gerbang Priangan Timur

MEMBANGUN: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berbicara mengani progres pembangunan di wilayah priangan timur usai meresmikan masjid Al Muhajirin di Kampus 1 Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, kemarin (12/7). FOTO: BIRO HUMAS DAN KEPROTOKOLERAN SETDA PEMPROV JABAR
MEMBANGUN: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berbicara mengani progres pembangunan di wilayah priangan timur usai meresmikan masjid Al Muhajirin di Kampus 1 Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, kemarin (12/7).FOTO: BIRO HUMAS DAN KEPROTOKOLERAN SETDA PEMPROV JABAR

TASIKMALAYA –  Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat sudah mengantongi  lokasi proyek Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasik (Cigatas). Bahkan sudah ditentukan rutenya. Namun, demi kelancaran dan kepentingan proyek, lokasi tersebut masih dirahasiakan.

“Penentuan lokasi Tol Cigatas sudah saya tandatangani bulan ini,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil usai meresmikan masjid Al Muhajirin di Kampus 1 Universitas Siliwangi (Unsil), Kota Tasikmalaya, kemarin (12/7).

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Pemdaprov Jabar sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan perekonomian dan pariwisata wilayah priangan timur. Maka, keberadaan jalan Tol Cigatas, sangat dibutuhkan sebagai akses transportasi.

“Priangan timur ini harus maju didukung dengan pembangunan Tol Cigatas yang tahun ini mulai lelang. Kalau selesai akan menambah kemajuan di priangan timur,” tuturnya.

Apalagi, tambah dia, wilayah priangan timur memiliki sumber daya alam dan pertanian yang melimpah. Sehingga, tidak hanya akses transportasi saja yang dibutuhkan untuk mendongkrak kemajuan wilayah. Sumber daya manusia juga perlu disiapkan.

“Ini tugas dari Universitas Siliwangi untuk mencetak banyak sumber daya manusia yang kompetitif agar bisa berkontribusi terhadap kemajuan priangan timur,” imbuhnya.

Ketika sumber daya manusia sudah kompetitif, mereka juga harus dibekali dengan kemampuan spiritualitas yang mumpuni. Sehingga, visi Jabar Juara Lahir Batin dapat terlihat pada lulusan Universitas Siliwangi. “Ilmu pengetahuan dan tingkat kesolehan harus seimbang,” pungkasnya. (jun)