Tol Sorja Terhambat Tower PLN dan Provider

TINJAU LOKASI: Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan (tengah) meninjau lokasi proyek pembangunan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja).FOTO: YAN/BANDUNG EKSPRES

BANDUNG – Selain masalah pembasan lahan, proyek pembangunan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) juga dilanda masalah lain. Salah satunya, jaringan kabel bertegangan tinggi (SUTT) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, selain SUTT terdapat juga tower telekomunikasi milik dari provider. ”Tak hanya itu, ada tanah wakaf dan masjid yang keberadaannya akan dilalui proyek ini,” kata Iwa kepada wartawan, kemarin (12/5).

Iwa mengakui, pihaknya telah berkomunikasi dan sudah menemukan solusi mengenai keberadaan  SUTT bertegangan 70 KV dan 150 KV tersebut. Bahkan, dirinya meminta PLN untuk segera mempercepat relokasinya. ”PLN bersedia untuk memenuhinya. Begitu pun pemilik tower telekomunikasi tersebut,” akunya.

Untuk pembebasan lahan wakaf masjid, menuturkan Iwa, memerlukan upaya ekstra. Sebab, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tidak sanggup mengganti karena tidak sesuai dengan kesepakatan. Namun demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Dengan harapan, mendorong pembebasan lahan tersebut. ”Kita selalau mencari solusi agar setiap kendala yang ditemui bisa tuntas dan pembangunan tetap terlaksana,” tutur dia.

Di tempat sama, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, untuk mendorong percepatan pembangunan khususnya jalan tol pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Tujuannya, mempercepat pembebasan lahan di sejumlah proyek di Jabar. ”Secepatnya, kalau bisa mengejar, Mei ini juga kami harus lapor,” kata Ineu.

Ineu menilai, pembebasan lahan harus menjadi perhatian pemerintah pusat. Terlebih, saat ini proses pembebasan lahan kewenangannya berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN). ”Kami akan berkonsultasi dengan menteri, BPN pusat, BPN Jabar. Agar ada perhatian dan kerjasama yang baik,” ucapnya.

Ineu menyebutkan, menurut penjelasan kontraktor pembangunan Jalan Tol Soroja, masih terdapat sembilan lahan yang belum dibebaskan. Meski tidak terlalu signifikan, hal ini berdampak terhadap proses pembangunan jalan tol tersebut.

Diterangkannya, pembangunan Jalan Tol Soroja ditargetkan tuntas sebelum Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jabar yang digelar September mendatang. Pembangunan jalan tol ini bisa segera tuntas mengingat infrastruktur ini menjadi akses utama menuju Stadion Si Jalak Harupat. Termasuk venue lainnya yang akan digunakan untuk PON 2016.

“Untuk mempercepat pembebasan lahan harus ada langkah lain sebab ketersediaan anggaran bergantung pada pemerintah pusat. Pembiayaannya bisa dari bank atau investor. Tapi ini juga dibutuhkan payung hukumnya dan dibutuhkan komitmen,” terangnya.

Menanggapi permintaan Pemprov Jabar, General Manager PLN Distribusi Jabar Banten Iwan Purwana mengungkap, pihaknya akan segera memindahkan jaringan  SUTT 70KV dan 150 KV dalam waktu dekat ini. Kendati begitu, relokasi tergantung seberapa banyak jaringan yang dialihkan termasuk berapa banyak tiang pengganti.

”Ini sudah jadi kewajiban kami. Jika jaringan kami jadi kendala, kami akan segera alihkan dan dilakukan dengan cepat seperti di Kertajati. Dalam waktu beberapa hari saja (bisa dipindah),” tutup Iwan. (yan/rie)