oleh

Topan Bolaven Terjang Korsel

BERTAHAN. Sebuah kapal nelayan China melawan gelombang tinggi dan angin kencang setelah berlindung di pelabuhan, selatan pulau Jeju.

SEOUL – Topan Bolaven yang menerjang perairan Korea Selatan memakan korban. Sedikitnya empat nelayan China tewas dan belasan hilang setelah kapal mereka terbalik. Kedua kapal itu berada sebelah selatan dari pulau Jeju.

Akibat angin kencang tersebut, puluhan ribu rumah terputus aliran listrik. Pepohonan jatuh dan banyak penerbangan dibatalkan. Menurut pengawas perairan setempat, badai diperkirakan bergerak ke utara, melewati pelabuhan Incheon di sore hari. Sekitar 30 orang terlempar dari kapal mereka saat diterpa gelombang tinggi dan angin kencang.

Beberapa awak kapal berhasil diselamatkan dengan cara menarik mereka dengan tali, tetapi 12 orang dinyatakan hilang dan masih dicari.

Di seluruh Korsel, layanan ferry dan ratusan penerbangan dibatalkan. Semua sekolah di Seoul dan wilayah lainnya di Korsel diliburkan. Pasukan AS dan Korea Selatan menunda latihan gabungan yang dimulai minggu lalu.

“Kami telah mengevakuasi kapal dan pesawat serta semua unit yang berlatih di luar telah kembali ke pangkalan,” kata Lee Boong-woo, juru bicara kepala pasukan gabungan pada kantor berita AP.

Sementara itu China mengeluarkan siaga kuning, atau kedua tertinggi, setelah ahli cuaca memperkirakan Bolaven akan mendarat di Dandong yang terletak di timur provinsi Liaoning dan barat Korea Utara.

Sebelumnya, Minggu (26/8) topan mendarat di pulau Okinawa dan Kagoshima Jepang serta mengakibatkan 75 ribu rumah tanpa aliran listrik dan melumpuhkan transportasi. Empat orang terluka. Topan ini adalah badai ke 15 yang melanda Asia Timur sepanjang tahun ini.

Topan Bolaven berada 300 km di utara Naha, Okinawa pada pukul 11.00 waktu setempat (08.00 WIB), seperti dilaporkan media Jepang.

Di Seoul, Presiden Lee Myung-bak meminta aparat melakukan persiapan matang menjelang datangnya badai, kata kantor berita Yonhap.

Bolaven adalah badai terkuat yang melanda wilayah itu dalam satu dekade.

Namun diperkirakan kekuatan badai akan menurun pasca mendarat di Semenanjung Korea. Sebagian wilayah Cina juga akan mengalami hujan deras dan angin kencang.

Sekitar 75.000 rumah di Okinawa dan kota Kagoshima di Jepang Selatan tidak mendapat aliran listrik setelah topan datang.

Namun Senin pagi, penerbangan dari dan menuju bandara Naha masih belum pulih.

“Tapi jika cuaca mengizinkan, maskapai-maskapai penerbangan dapat kembali beroperasi di sore hari,” kata seorang pejabat bandara seperti dikutip kantor berita AFP.

Kapal dan feri yang menghubungkan pulau dengan wilayah lain di negara itu juga dibatalkan.

Sedikitnya empat orang tewas tetapi kecepatan angin di Okinawa dan Amami lebih rendah dari yang diperkirakan.

Badan meteorologi Jepang memperkirakan kecepatan angin di dekat pusat badai mencapai 180 km/jam.

 

Bolaven datang setelah Topan Tembin, yang mengakibatkan kerusakan parah di Taiwan. Senin malam, Taiwan siaga menjelang datangnya Tembin di wilayah selatan. Topan memicu hujan dengan volume 50 cm dalam 24 jam.(AFP/BBC/amd)

News Feed