TPS Mobile Masih Perlu Sosialisasi

tps-kesambi-bakal-jadi-taman
TPS Kesambi Kota Cirebon saat ini sudah resmi ditutup. Foto: Khairul Anwar/Radar Cirebon

CIREBON – Ditutupnya Tempat Penampungan Sampah (TPS) Kesambi disyukuri oleh warga di sekitarnya. Tapi, sekaligus membawa masalah lain. Diantaranya belum ada TPS pengganti untuk RW yang terdampak penutupan. Juga terjadi peningkatan kapasitas di TPS sekitarnya.

Lurah Kesambi, Rahmat Sulaeman SH mengapresiasi DLH atas ditutupnya TPS Kesambi. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan yang kerap ditimpulkan penampungan sampah di jalan utama tersebut. “Alhamdulillah. sampai sekarang belum ada hambatan, masih lancar saja. Belum ada laporan atau dari warga,” kata Rahmat, kepada Radar, Selasa (14/5).

Kendati begitu, setelah seminggu beroperasi masih ada beberapa hal yang mesti dilakukan perbaikan. Seperti sosialisasi kepada warga. Di beberapa RW, warga masih belum mengetahui bahwa sebelum dibuang, sampah seharusnya sudah dikemas terlebih dahulu. Supaya saat dilakukan pengangkutan sampah tidak terbang dan mengotori area di titik penjemputan sampah. “Teknis saja. Sempat diprotes oleh warga yang mungkin merasa terganggu karena lingkunganya menjadi kotor,” paparnya.

Selain itu, berdasarkan laporan dari RW, petugas pengangkut sampah yang merasa keberatan karena perubahan jadwal pengangkutan sampah akan segera diganti. Seperti diketahui, Untuk program TPS Mobile, DLH telah menerjunkan tiga armada yang terdiri dari 1 mobil dump truck dan 2 mobil jenis pick up. Tiga armada ini dioperasikan mengangkut sampah warga di 5 RW di Kelurahan Kesambi.

Di lain pihak, Kepala DLH, Drs H RM Abdullah Syukur MSi mengakui, baru bisa melayani kurang dari 10 RW disekitar TPSS Kesambi. Ini dikarenakan kendaraan operasional pengangkutan terbatas.

Dua unit jenis mobil pick up bantuan dari corporate social responsibility (CSR) swasta dan perbankan. Dan satu unit dump truck operasional milik DLH sendiri. Volume sampah yang tinggi, tidak bisa dilayani oleh ketiga kendaraan tersebut. “Ya kendalanya seperti itu. Tapi kita tidak tinggal diam, beberapa minggu kedepannya sudah bisa diatasi,” jelasny.

Syukur menyebutkan, kendaraan operasional telah dianggarkan. Dan sekarang sedang dalam proses pelelangan pengadaannya. Diperkirakan awal bulan depan sudah bisa beroperasi untuk menjemput sampah yang dibuang masyarakat disekitar TPS Kesambi yang ditutup.

Dia juga tidak menutup mata, ekses ditutupnya TPS Kesambi membuat TPS lain yang terdekat menjadi cepat penuh. Pasalnya, masyarakat beralih membuang sampah ke TPS lain. Seperti TPS Jalan Cipto MK, Jl KS Tubun, Jl Dukuhsemar dan  Jagasatru.

Sebagai antisipasinya, DLH telah menambah jumlah trip pengangkutan sampah menjadi 10 kali dalam sehari. (gus)