Tradisi Saweran Rekatkan Silaturahmi

MAJALENGKA – Ratusan warga Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi berlomba mendapatkan buah-buahan, uang recehan maupun makanan lainnya saat saweran. Mereka ingin ngalap berkah sekaligus merekatkan kembali tali silaturahmi.

Kegiatan tersebut terlihat saat acara tradisi saweran di Ponpes Al Mizan yang terus terpelihara bersama ‎Komunitas Akar Djati dengan orang tua santri di Ciborelang Kecamatan Jatiwangi, Rabu (12/6) kemarin.

Pengasuh ponpes Al-Mizan, KH Maman Imanulhaq mengatakan, tradisi sawer ini tetap terpelihara karena banyaknya manfaat yang bisa diambil. Di antaranya mempererat persaudaraan dan nilai ukhuwah Islamiyah serta kecintaan kepada negara.

“Jadi di sini, para jamaah Akar Djati membawa makanannya sendiri dari rumah masing-masing. Ada yang punya kebun buah-buahan mereka bawa buah-buahan. Ada yang punya balong, mereka bawa ikannya ke sini. Lalu di pesantren ini kita masak dan dimakan bareng-bareng,” ujarnya.

Tradisi Sawer itu sendiri berasal dari bahasa Arab yakni ‎Sawaro, Yusawiru yang berarti diskusi musyawarah. Sebagai muslim tentunya segala permasalahan harus berdasarkan musyawarah bersama supaya kesepakatan benar-benar adil. “Apalagi kita ini sudah hajat pileg dan pilpres. Mari kita rekatkan kembali tali ukhuwah Islamiyah dan wathoniah,” pesannya.

Sementara itu, salah seorang warga yang ikut saweran, Saadiyah mengaku tidak pernah absen mengikuti tradisi saweran yang biasanya dilaksanakan pada hari ke-8 di bulan Syawal atau seminggu setelah hari Lebaran Idul Fitri.

“Saya dapat buah-buahan tomat, jeruk, dan belimbing. Bukan makanannya, tapi saya ke sini untuk ngalap berkahnya, serta bertemu dan bersilaturahmi dengan teman-teman dan pak kiai,” tukasnya. (ono)