Truk Hajar Truk, Warga Kondangsari Tewas Tergencet

Anggota lantas Polsek Arjawinngun berusaha mengevakuasi korban. (inzet) Korban tewas tergencet dashboard truk. FOTO:HUMAS POLSEK ARJAWINANGUN FOR RADAR CIREBON
Anggota lantas Polsek Arjawinngun berusaha mengevakuasi korban. (inzet) Korban tewas tergencet dashboard truk.FOTO:HUMAS POLSEK ARJAWINANGUN FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Nasib nahas dialami Solikhin (50) pekerja pengangkut batu kastin median jalan. Pria asal Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon itu tewas ditabrak truk boks nopol B 9379 CXR saat sedang bekerja, Rabu (20/3) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Tubuhnya tergencet truk boks nopol B 9379 CRX dan truk colt diesel nopol E 9726 D yang terlibat kecelakaan di Jalan By Pass Arjawinangun, tepatnya di Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Kecelakaan tersebut berawal dari truk colt diesel yang sedang berhenti menurunkan batu kastin untuk perbaikan median jalan. Korban, merupakan salah satu dari lima pekerja yang sedang menurunkan batu kastin dari truk colt diesel tersebut.

“Saat itu Solikhin sedang berjalan untuk mengambil batu kastin di truk colt diesel, setelah sebelumnya menaruh batu yang sama didekat median jalan. Tiba-tiba dari arah Susukan muncul truk boks dengan kecepatan tinggi oleng menghantam Solikhin korban yang sedang berjalan di belakang truk colt diesel,” ujar Royadi (38) salah satu teman korban.

Akibatnya, korban tewas dengan kondisi tergencet di antara dua truk. Selain Solikhin, pekerja lainnya bernama Tatang (44), mengalami luka pada bagian kakinya. Sedangkan sopir truk boks yang diketahui bernama Sumardi (38) asal Wonosobo mengalami patah kaki sebelah kanan. Bahkan, saking kerasnya tubrukan kedua truk bergeser beberepa meter dengan posisi korban tergencet di tengahnya.

Kapolsek Arjawinangun AKP Sukhemi melalui Kanit Lantas Iptu Dadang mengatakan, di lokasi kejadian kondisi jalan agak menanjak  karena adanya jembatan. Namun, dengan kecepatan tinggi, sopir truk boks diduga tidak melihat ada truk pengangkut batu kastin sedang berhenti beberapa meter dari jembatan, sehingga menabrak korban dan truk colt diesel.

“Truk boks memang salah. Tapi, truk pengangkut batu kastin juga salah, karena dia tidak memasang rambu-rambu. Padahal lokasi proyek dekat dengan pos penjagaan lantas. Tapi, tidak ada koordinasi dengan kami. Coba kalau sebelumnya ada koordinasi, pastinya kita juga akan bantu tempatkan rambu-rambu dan anggota untuk mengamankan arus lalu lintasnya,” katanya.

Meskipun demikian, di depan awak media pengemudi truk colt diesel tersebut, Apandi (65) warga Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, berkilah. Dia mengaku sudah memberi rambu-rambu menggunakan isyarat tangannya kepada setiap kendaraan yang melintas. “Jumlah pekerja semuanya ada lima. Saat mereka bekerja menurunkan batu, saya di belakang mereka melambai-lambaikan tangan memberi tahu kendaraan yang lewat,” akunya. (cep)