Truk Tua Pelabuhan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Bandengan

Melintang di Tengah Jalan, Bikin Macet Lalu Lintas

Kecelakaan terjadi di wilayah Mundu melibatkan sebuah truk usang. Truk tua tersebut setelah kejadian berhenti di tengah jalan dan sempat membuat macet jalanan. FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Kemacetan cukup panjang terlihat di Jalan Pantura Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/7) siang. Kemacetan tersebut disebabkan sebuah truk tua yang berhenti di tengah jalan, sehingga membuat kendaraan yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan.

Usut punya usut, sebelum kendaraan tersebut berhenti, truk angkutan tepung yang biasa membawa muatan dari Pelabuhan Cirebon tersebut terlibat kecelakaan karambol dengan melibatkan dua kendaraan lainnya. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan harus mendapatkan perawatan intensif karena menderita luka serius akibat insiden tersebut.

Menurut saksi mata di lokasi, Bukhori saat ditemui Radar Cirebon menuturkan, truk tersebut melaju dari arah Mundu menuju Bandengan. Saat tiba di TKP, truk hendak memutar arah di u-turn. Di saat bersamaan dari arah belakang truk melaju sebuah sepeda motor yang tak sempat menghindar. Berbenturan pun terjadi dengan truk pengangkut tepung yang terlihat sudah usang tersebut.

“Setelah berbenturan dengan truk, dari arah berlawanan ada mobil, pemotor itu kemudian tertabrak mobil. Banyak darahnya. Kayaknya parah. Sudah dilarikan ke rumah sakit,”ujar Bukhori.

Sementara itu, Kapolsek Mundu AKP Iwan Gunawan SH saat dihubungi Radar Cirebon membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Namun, kasusnya tidak ditangani oleh Polsek Mundu. “Penanganannya langsung oleh Urlaka Polres Cirebon Kota, kita ke wilayahan saja,”ungkapnya.

Ahmad, salah seorang warga sekitar di lokasi kejadian mengaku heran dengan kendaraan truk tua tersebut. Ia takhabis piker melihat masih bisa membawa muatan dalam jumlah banyak, padahal kondisinya cukup memprihatinkan.

“Ini harusnya sudah dikandangkan, truknya sudah usang sekali. Banyak yang sudah keropos. Banyak juga yang tidak ada pitu belakangnya. Itu membahyakan gak sih? Harusya ditindak. Boleh melintas asal syaratnya laik jalan. Lengkap juga,”ujarnya. (dri)

Berita Terkait