Trump Ancam Berlakukan Tarif Baru Produk Impor Tiongkok

PERANG-DAGANG
NGEBUT: Truk membawa kontainer beraktivitas di pelabuhan di Qingdao, Tiongkok. Pengusaha Tiongkok mengebut pengiriman barang ke AS sebelum tarif impor baru diterapkan. Foto: AP

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal memberlakukan tarif baru pada produk impor dari Tiongkok. Langkah itu akan ditempuh jika dalam pembicaraan perdagangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang tidak tak membuat kemajuan.

Perang dagang AS dan Tiongkok mulai memanas sejak Trump memutuskan untuk mengenakan kembali tarif pada produk Tiongkok di tengah negosiasi antara kedua negara di Washington.

Sejak upaya penyelesaian sengketa perdagangan AS-Tiongkok di Washington bulan lalu berakhir buntu, Trump berulang kali mengatakan, berharap bertemu dengan Xi pada KTT G20. Namun, Tiongkok belum mengkonfirmasi rencana pertemuan tersebut.

Pada pekan lalu Trump mengatakan ia akan memutuskan apakah bakal menerapkan ancaman tarif baru pada sedikitnya US$300 miliar barang-barang Tiongkok. Namun sebelumnya, Amerika Serikat telah mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk barang-barang senilai US$250 miliar.

“Kami dijadwalkan untuk berbicara dan bertemu. Saya pikir hal-hal menarik akan terjadi. Mari kita lihat apa yang terjadi,” kata Trump di Gedung Putih, Selasa (11/6)

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan, Tiongkok terbuka untuk lebih banyak pembicaraan perdagangan dengan Washington..

Ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat tajam pada Mei setelah pemerintahan Trump menuduh Tiongkok telah mengingkari janji untuk membuat perubahan ekonomi struktural selama berbulan-bulan pembicaraan perdagangan.

AS menginginkan perubahan besar dalam hubungan ekonomi dengan Tiongkok, termasuk diakhirinya transfer teknologi paksa dan pencurian rahasia dagang AS. Mereka juga ingin Tiongkok membatasi subsidi untuk perusahaannya dan akses yang lebih baik untuk perusahaan AS di pasar Cina.

Pada 10 Mei, Trump menaikkan tarif pada produk Tiongkok senilai US$ 200 miliar menjadi 25 persen dan mengancam untuk mengenakan tarif tambahan kepada produk Tiongkok senilai US$300 miliar. Tiongkok membalas dengan kenaikan tarif pada barang AS senilai US$60 miliar dan membuat daftar hitam perusahaan asal negara AS tersebut.

Pemerintah AS juga membuat marah Tiongkok dengan memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke dalam daftar hitam yang secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan perusahaan Tiongkok, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia itu.

Investor khawatir Tiongkok akan membalas dengan menempatkan perusahaan-perusahaan AS dalam daftar hitam atau melarang ekspor logam-logam ke AS, yang digunakan dalam produk-produk seperti chip memori, baterai isi ulang, dan ponsel.

Fitch Ratings mengatakan pada hari Senin setiap langkah seperti itu akan mengganggu sektor teknologi AS dan dapat melukai beberapa sektor Tiongkok juga.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan perselisihan Huawei dapat diatasi sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. (der/rts/fin)