Tunggu Keputusan KPU, Jokowi Rajai Quick Count, Prabowo Sebut Real Count 62%

Jika melihat hitung cepat dan exit poll, kata dia, paslon 01 sudah jelas menang. Tentu pihaknya akan mengawal suara sampai penghitungan resmi dilakukan KPU. Setelah ini pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk merajut persatuan dan kesatuan. Rakyat Indonesia tidak boleh terus menerus terpecah gara-gara pemilu. “Harus segera dilakukan konsolidasi,” terang bos Mahaka Group tersebut.

Abdul Kadir Karding, wakil ketua TKN Jokowi-Ma’ruf menegaskan, pihaknya akan mengawal perolehan suara paslon petahana. Sudah jelas, kata dia, Jokowi-Ma’ruf menang, sehingga suaranya harus dijaga. Mayoritas lembaga survei mengunggulkan paslon 01 pada pemilu kali ini. Rata-rata suara Jokowi-Ma’ruf berada di angka 55 persen lebih. Politikus PKB itu mengatakan, selisih suara dengan penantang Prabowo-Sandi sekitar 10 persen. Angka itu tidak kecil. Menurut dia, 10 persen itu juga dihitung suara mencapai 19 juta. ”Angka itu cukup besar,” ungkap dia.

Terkait klaim paslon 02 yang menyatakan unggul dari paslon 01, Karding mengatakan, sejak awal BPN selalu main klaim. “Biarkan saja. Kita nikmati saja,” terangnya. Yang jelas, lanjutnya, Jokowi-Ma’ruf menang. Walaupun demikian, pihaknya tidak akan menunjukkan euphoria berlebihan.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sepakat dengan apa yang disampaikan Jokowi. Dia juga akan menunggu hasil resmi KPU. Ia sudah mengeluarkan instruksi harian yang meminta agar tidak ada yang mengeluarkan hasil yang belum fixed. “Kecuali apa yang dikeluarkan KPU,” terang dia saat konferensi pers di kediamannya di Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Prabowo yang telah menginstruksikan para pendukungnya untuk tak terpengaruh dan terprovokasi. “Jadi itulah demokrasi Indonesia,” ucapnya. “Kita boleh berbeda, tapi kita tetap merupakan warga bangsa,” tambah Mega.

Halaman: 1 2 3 4
[adrotate banner="13"]

Berita Terkait