Upaya Pelestarian Batik Motif Kuno Cirebon

Budaya
batik-cirebonIlustrasi perajin batik tulis di Cirebon. Foto: Dok. radarcirebon.com

CIREBON – Setiap daerah memiliki identitas motif batik masing-masing. Tak terkecuali dengan Cirebon yang terkenal dengan batik mega mendung.

Namun, masyarakat luas belum banyak mengetahui akan keberadaan motif batik keratonan khas Cirebon. Terlebih lagi, motif tersebut tergolong kuno dan unik, seperti kangkungan dan wadasan.

Motif batik Cirebon yang kental dengan nuansa keraton, untuk saat ini makin sulit ditemui. Adapun salah satu sumber batik kuno di Cirebon adalah Keraton Kasepuhan Cirebon. Di samping itu, terdapat tiga keraton lain di Cirebon, yakni Kanoman, Kacirebonan dan Kaprabonan.

Dengan dilandasi upaya pelestarian motif batik kuno pada Keraton Kasepuhan, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mendukung pembentukan UKM Kelompok Batik dan Kerajinan Keraton Kasepuhan Cirebon sejak tahun 2014.

Di bawah pengendalian SKK Migas, PHE ONWJ menjadikan UKM Batik sebagai salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Community Development (Comdev) CSR PT PHE ONWJ, Asep M Abiyoga menuturkan, sejak Mei 2018 turut mendukung pelaksanaan Pelatihan Batik Masyarakat dan Pelajar yang diselenggarakan di Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Cirebon serta Saung Kreasi di wilayah Kasepuhan yang diikuti sekitar 60 peserta.

Pelatihan itu diselenggarakan guna mendukung aktivitas kewirausahaan masyarakat Cirebon sekaligus menyosialisasi budaya dan melestarikan batik motif kuno Keraton Kasepuhan Cirebon.

Di samping pelatihan, PHE ONWJ juga turut berperan dalam meningkatkan kualitas kelembagaan UKM untuk melakukan studi banding ke Kampung Batik Kauman di Solo, Galeri Batik Seno dan Kampung Batik Giriloyo di Jogjakarta yang dilakukan pada awal bulan Agustus 2018.

Dalam pendampingannya, PHE ONWJ mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan UKM dengan pengadaan sarana fisik berupa pembangunan Saung Kreasi serta Galeri sebagai sarana pusat pelatihan sekaligus ruang display.

Sinergi antarpemangku kepentigan juga sangat berperan penting dalam mencapi tujuan-tujuan mulia dari keberadaan kelompok ini. Eksitensi kelompok ini juga semakin meperlihatkan geliatnya dengan mulai masifnya masyarakat di sekitar Kasepuhan khususnya peranan ibu-ibu yang juga mengamil bagian kepengurusan dalam kelompok itu.

Hal itu berbanding lurus dengan terbangunnya suasana Kampung Batik yang mulai terasa dan hidup ketika memasuki wilayah Kasepuhan, khususnya pada Saung Kreasi yang menjadi sentral kegiatan UKM.

Sultan Keraton Kasepuhan Gusti Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menuturkan, upaya pelestarian seperti ini bukan suatu hal yang mudah. Dia berharap, melalui pelaksanaan pelatihan, beberapa tahun ke depan, lulusannya bisa hidup secara mandiri dan menyebarkan pengetahuannya tentang motif batik kuno Keraton Kasepuhan Cirebon kepada masyarakat yang lebih luas. (apr)