Usia Putus Sekolah Rata-rata di Jenjang SMP Menuju SMA

CIREBON– Banyaknya anak usia putus sekolah di wilayah Kecamatan Mundu, tidak lepas dari persoalan ekonomi dan maraknya industri di wilayah tersebut. Kondisi itulah yang kemudian membuat lebih banyak anak-anak yang seharusnya berada di bangku sekolah, malah bekerja di industri.

Camat Mundu, August Pentristianto SSTP kepada Radar Cirebon menuturkan, sebenarnya pihak kecamatan sudah melakukan upaya-upaya untuk mengikis jumlah anak putus sekolah dengan berbagai cara. Salah satunya memastikan saat ini ada PKBM di desa-desa di Kecamatan Mundu.

“Jadi, upaya yang kita lakukan adalah dengan memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan dan memberikan keterampilan kerja melalui pelatihan ataupun melalui PKBM. Agar anak putus sekolah tetap punya ijazah untuk masa depan,” ujarnya, kemarin (20/8).

Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan adalah sinergitas yang coba dibangun dengan industri, agar tidak mempekerjakan anak-anak karena selain bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan, juga bertentangan dengan amanat perlindungan anak yang melarang eksploitasi anak di dalam industri kerja.

“Kita mengedukasi pengusaha tentang anak usia sekolah yang tidak boleh diekploitasi untuk bekerja. Kita pantau bersama kondisi anak-anak di wilayah kita. Alhamdulillah, sekarang perlahan kondisi anak putus sekolah mengurang setiap tahun. Ini kerja semua pihak, bukan hanya saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Korwil Disdik Kecamatan Mundu, Saekhu mengatakan, sejauh ini, hasil pantuan pihaknya, angka tidak melanjutkan atau putus sekolah di tingkat SD menuju SMP tergolong sangat kecil. Angkanya, kurang lebih hanya 1 persen saja. Namun diakuinya, pihaknya tidak mengetahui secara pasti angka putus sekolah untuk jenjang di tingkat SMP menuju SMA.

“Bisa jadi, angka putus sekolah tinggi itu ada di jenjang SMP menuju SMA. Tapi saya tidak punya datanya. Karena bukan ada di Korwil ranahnya. Yang jelas, untuk jenjang SD menuju SMP angka putus sekolah hanya 1 persen,” ungkapnya. (dri)

Berita Terkait