Uus Tolak Uji Kompetensi, Waktu Dipangkas, Sisa Sembilan Peserta

ILUSTRASI

KUNINGAN-Uji kompetensi yang digelar tim panitia seleksi (pansel) bentukan Pemkab Kuningan bagi para pejabat eselon IIb, memasuki hari kedua. Di hari pertama, Senin (11/3), tercatat sembilan pejabat ambil bagian dalam uji kompetensi sebagai syarat terbawa rotasi yang akan digelar Bupati H Acep Purnama SH MH.

Para peserta harus memaparkan program dan rencana kerjanya di hadapan tim penguji dan juga kompetensi teknis lainnya. Sedangkan bagi pejabat yang masa pensiunnya tinggal sebentar lagi, tim pansel yang diketuai Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi hanya memberikan support dan tidak bertanya soal teknis.

Dan di hari kedua pelaksanaan uji kompetensi, Selasa (12/3), terdapat 10 pejabat yang harus mengikuti uji kompetensi hari kedua, Selasa (12/3). Namun saat pelaksanaan, ternyata hanya 9 orang saja yang ikut uji kompetensi. Satu orang pejabat yakni Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan H Uus Rusnandar SH MSi memilih untuk absen dalam kegiatan tersebut. Alasan Uus tidak hadir yakni karena sebulan lagi pensiun dari jabatannya. Berbeda dengan sebelumnya, uji kompetensi kepada para pejabat hanya berlangsung 30 menit, padahal sebelumnya 45 menit per orang.

Tidak hadirnya H Uus Rusnandar dibenarkan Drs Teddy Suminar MSi, rekannya sesama peserta uji kompetensi. Teddy mengatakan, bahwa jumlah peserta uji kompetensi yang semula 10 orang menjadi 9 peserta lantaran H Uus tidak datang. “Kalau melihat di jadwal sih jumlahnya pas 10 orang hari ini. Saya sendiri kebagian setelah Duhur. Tapi karena Pak Uus tidak datang, maka waktu pelaksanaannya lebih cepat. Rata-rata satu peserta mendapat jatah waktu 30 menit untuk memaparkan kompetensi teknis,” terang mantan kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut.

Ditanya soal materi uji kompetensi, Teddy mengungkapkan bahwa tidak ada hal baru yang ditanyakan oleh tim penguji. Semuanya berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari yang dilakukannya selaku kepala SKPD. Termasuk juga rencana program yang akan dilakukan ke depannya. “Ya hanya soal teknis sehari-hari di instansi yang saya pimpin. Tim penguji juga menanyakan beberapa hal, dan saya mampu menjawabnya. Uji kompetensi ini kan juga pernah dilakukan tiga tahun lalu, jadi saya cukup memahaminya,” sebut Teddy.

Dari pantauan Radar Kuningan, pelaksanaan uji kompetensi hari kedua lebih cepat dari hari pertama. Jika hari Senin peserta uji kompetensi selesai pukul 17.00, di hari kedua pukul 16.00 sudah selesai. Hal ini juga tidak terlepas dari dikuranginya waktu bagi peserta yang semula 45 menit menjadi 30 menit. Ditambah lagi satu peserta tidak hadir. “Kalau hari pertama kan dimulainya agak siang, sekarang dari pagi. Tim penguji juga tetap sama dan pak sekda hadir. Saya sendiri datang lebih awal karena untuk persiapan sebelum masuk ke ruang uji kompetensi,” jelas Teddy.

Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi menuturkan, sebagai tim penguji, dirinya harus berada di lokasi selama pelaksanaan uji kompetensi. Karena itu, selama tiga hari, dia memimpin tim pansel uji kompetensi. “Tim penguji ini diisi oleh perwakilan pemkab, akademisi dan profesional. Hasil dari uji kompetensi akan diserahkan ke pak bupati yang kemudian diteruskan ke provinsi dan Kemendagri. Jadi, ada proses yang harus dilalui sebelum rotasi di lingkungan pejabat eselon IIb dilaksanakan,” katanya.

Sedangkan untuk uji kompetensi hari ketiga atau terakhir, Rabu (13/3), ada 9 peserta yang akan mengikutinya. Mereka adalah Kepala BKPSDM Drs H Uca Somantri MSi, Kepala Disporapar Drs Jaka Chaerul, kemudian Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Drs Ucu Sunarya MSi. Lalu ada Kepala Disperindag Drs Agus Sadeli MPd, Kepala Satpol PP Indra Purwantoro SAP, Staf Ahli Bupati H Dadang Darmawan SSos MSi, Kepala Disdukcapil Drs H KMS Zulkifli MSi, Kepala Dinas Perhubungan Dr Deni Hamdani MSi, dan terakhir Kepala DPMPTSP Drs H Lili Suherli MSI. (ags)