Video Heboh Jasad Imam Samudra Masih Utuh, Ini Penjelasan Polri

Dunia media sosial Indonesia digemparkan dengan beredarnya video jenazah seorang pria yang disebut-sebut sebagai jasad dari terpidana terorisme Bom Bali I, Abdul Azis alias Imam Samudera.

Yang membuat heboh, disebutkan jasad Imam Samudera utuh saat diangkat dari lubang kuburnya setelah 10 tahun lalu dikebumikan usai menjalani eksekusi mati di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam video itu terlihat jasad seorang pria mirip Imam Samudera sedang diurus sebuah keluarga. Pada video tampak jasad yang sudah dikafani dan dibungkus plastikitu masih utuh dan segar. Terdengar orang-orang yang sedang mengaji dan suara tangisan.

Lalu, benarkah jasad pria dalam video itu adalah Imam Samudera?

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, apa yang tersiar dalam kabar di video itu merupaklan berita bohong alias hoax.

“Ya hoax itu,” kata Setyo, Senin 23 Juli 2018.

Menurut Setyo, kepolisian sudah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap kabar itu dan terbukti, makam almarhum Imam Samudera di pemakaman umum Lopang Cilik, Kota Serang, Banten, masih utuh alias tidak dibongkar.

Tak hanya itu, Setyo pun memberikan klarifikasi berupa video yang memperlihatkan makam Imam Samudra. Dalam video tersebut, ada beberapa anggota keluarga Imam di dekat makam. Mereka mengatakan makam Imam Samudra tidak digali.

“Berita ini disaksikan KH Mulyadi dari Cipondoh, Tangerang, dan saya yang ngomong dan Saudara Juli, Pak RT, Pak Wawan selaku kakak kandung almarhum dan almaghfiroh keponakan almarhum Imam Samudra. Ini saya foto makam daripada Imam Samudra masih utuh dan tidak ada sedikit pun tanda makam itu digali atau tanda-tanda makam Imam Samudra dipindahkan. Dan jadi berita yang menyatakan makam Imam Samudra digali dan jasadnya masih utuh itu hoax belaka. Jangan percaya dengan berita tersebut. Demikian klarifikasi ini saya sampaikan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh Indonesia,” ujar seorang pria menjelaskan soal makam Imam Samudra dalam video tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, jenazah di dalam video tersebut bernama Yaser Bin Thamrin. Ia merupakan narapidana teroris di Gunung Sindur.

“Yang bersangkutan meninggal di RSUD Tangerang Selatan pada Selasa 17 Juli 2018 sekitar pukul 19.45 WIB,” ujar Iqbal.

Iqbal menuturkan, Yaser meninggal akibat sakit. Hal tersebut usai sebelum dinyatakan meninggal yang bersangkutan mengeluh muntah dan perut terasa panas serta lemas.