Viviani Menang, Sagan Tetap Green Jersey

SEJARAH PRIBADI: Elia Viviani berhasil finis pertama usai menyalip pesaingnya dengan cara tancap gas dari sisi kiri jalan pada Etape 4 Tour de France 2019. FOTO:MAINSEPEDA.COM
SEJARAH PRIBADI: Elia Viviani berhasil finis pertama usai menyalip pesaingnya dengan cara tancap gas dari sisi kiri jalan pada Etape 4 Tour de France 2019.FOTO:MAINSEPEDA.COM

NANCYSprinter Italia, Elia Viviani, akhirnya pecah telur di Tour de France 2019. Andalan Deceuninck-QuickStep itu menang adu peluru di penghujung Etape 4, yang berlangsung 213,5 kilometer dari Reims ke Nancy, Selasa (9/7) dini hari WIB.

Viviani mengalahkan super sprinter lain di garis finis. Yaitu, Alexander Kristoff (UAE Team Emirates), Caleb Ewan (Lotto-Soudal), dan Peter Sagan (Bora-Hansgrohe).

Etape 4 ini terasa berlangsung sangat panjang. Rute panjang itu baru mengundang rasa berdebar pada 2 kilometer terakhir. Ketika deretan sprint train mulai terbentuk, memposisikan peluru andalan masing-masing menuju garis finis.

 

Bagian akhir etape termasuk tricky. Karena ada kelokan-kelokan yang terus menipiskan peloton. Saking tricky-nya, para pembalap sebenarnya baru bisa melihat garis finis saat 250 meter menjelang finis.

Saat itulah, Elia Viviani tancap gas dari sisi kiri jalan. Kristoff mencoba mengimbangi di tengah. Ewan dan Sagan mencoba dari sela-sela lain.

Tapi, tak ada yang mampu menyalip Viviani. Pembalap Italia ini pun menghapus kekecewaan saat ikut Giro d’Italia, Mei lalu. Waktu itu, dia sebenarnya finis pertama di sebuah etape, tapi kemudian didiskualifikasi karena dianggap bergerak membahayakan saat sprint.

Dengan sukses ini, Viviani pun mencatat sejarah pribadi. Dia telah memenangi sprint di semua grand tour. Tepatnya, lima kali di Giro d’Italia, tiga kali di Vuelta a Espana, dan sekarang satu di Tour de France.

Usai etape, Viviani menuju rekan-rekannya. Mereka mampu mengantarkannya dengan baik ke depan peloton. “Saya hanya perlu menuntaskan pekerjaan pada 180 meter terakhir,” ucapnya dikutip mainsepeda.com.

 

“Saya cukup bahagia. Saya menginginkan kemenangan ini. Saya menang di Giro dan Vuelta, dan sekarang di Tour de France. Ini sangat berarti bagi saya,” lanjutnya.

Meski demikian, perang points classification para sprinter masih dipegang oleh Peter Sagan. Pembalap Slovakia itu memang belum menang, tapi konsisten finis di barisan depan. Sagan masih mengenakan green jersey, dan akan berupaya mengamankan jersey tersebut hingga Paris. Karena itu, berarti, dia memenanginya untuk kali ketujuh, rekor terbanyak Tour de France.

Sagan kini punya 104 poin, sementara Viviani di urutan kedua dengan 81 poin. Usai Etape 4 ini, yellow jersey masih dipertahankan oleh pembalap Deceuninck-QuickStep yang lain, Julian Alaphilippe. Tinggal menunggu, berapa lama dia bisa mempertahankannya.

Setelah hari sprint, Etape 5, Rabu ini (10/7) bakal menjadi babak yang bisa menjebak. Di atas kertas, etape 175,5 kilometer ini adalah etape hilly, dengan beberapa tanjakan pendek di akhir. Biasanya, barisan breakaway mencuri kemenangan di rute seperti ini. Namun, dengan begitu terbukanya persaingan GC tahun ini, jangan kaget kalau ada unggulan yang berani mengambil risiko dan memecah belah peloton.

Apalagi, Etape 6 sehari kemudian termasuk etape yang paling dilingkari. Itulah etape gunung pertama, finis di tanjakan, yang akan semakin menyeleksi lagi siapa calon juara dan siapa bukan. (*)

 

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait