Volume Sampah Meningkat Dua Kali Lipat Pasca Lebaran

VOLUME-SAMPAH
Volume sampah meningkat di sejumlah titik wilayah Majalengka pasca Lebaran. Foto: Almuaras/Radar Majalengka

MAJALENGKA- Volume sampah pasca Lebaran mengalami kenaikan yang signifikan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka, Nadisha Hanna Haritztin menyebutkan, peningkatan volume sampah mencapai 100 persen.

“Dari semula hanya 100 ton per hari, pasca lebaran ini naik menjadi 200 ton,” kata Hj Nadisha kepada Radar di kantornya, Selasa (11/6).

Dia mengatakan, para petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka setiap hari mengagkut sampah yang bertumpuk di pinggir jalan untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten. Sementara mobil truk yang dimiliki untuk mengangkut sampah hanya 10 unit atau masih kekurangan dari kata ideal.

Nadisha menjelaskan, selama Lebaran, petugas kebersihan hanya libur dua hari yakni Rabu (5/6) dan Kamis (6/6). Pada Jumat, kata dia, pengangkutan sampah sudah dilakukan. Bahkan ada petugas piket yang berjaga di titik-titik tertentu.

“Kami berharap masyarakat memahami pekerjaan berat petugas kebersihan, apalagi persolan sampah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi taggung jawab masyarakat,” bebernya.

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan, pemerintah hanya bertugas sebagai fasilitator. Nadisha mengeluhkan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Menyinggung sampah yang berserakan di pinggir jalan wilayah Kecamatan Bantarujeg, ia mengaku sudah meminta Pemcam Bantarujeg untuk mengatasinya. Tapi nyatanya masih ada tumpukan sampah di piggir jalan tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka, Mumu Rudi Harto menambahkan, akibat lokasi pembuangan sampah liar di Mekar Raharja Kecamatan Bantarujeg, telah ditutup dengan pagar kawat.

“Ada dua lokasi tempat pembuangan sampah di piggir jalan yang sudah ditutup dengan kawat yakni di Kelurahan Munjul dan Bantarujeg,” ujar Mumu. (ara)