Wabup Cirebon Yayat atau Selly?

Mustofa Bilang Masih Lama, Fokus Dulu ke Pilpres

CIREBON-Posisi Wakil Bupati Cirebon peridoe 2019-2024 dipastikan kosong usai pelantikan Sunjaya Purwadisastra-Imron Rosadi yang direncanakan digelar 19 Maret ini. Imron akan menjadi bupati menggantikan Sunjaya yang ditahan KPK dan kini menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung. Lalu, siapa yang menggantikan posisi Imron?

Informasi yang berkembang, ada dua nama yang akan bersaing mengisi posisi wakil bupati. Pertama, Yayat Ruhyat. Ia merupakan mantan sekretaris daerah. Yayat dianggap paham tentang roda pemerintahan. Kolaborasi ini dimungkinkan menguatkan sinergitas legislatif dan eksekutif. Nama kedua adalah Selly Andriyani Gantina. Nama Selly mencuat lagi, setelah sebelumnya pernah menduduki posisi yang sama. Saat ini Selly maju sebagai caleg DPR RI dari PDIP untuk Dapil Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu.

Terkait nama-nama yang berkembang itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Mustofa SH mengatakan pihaknya belum memikirkan kekosongan kursi wakil bupati pasca pelantikan nanti. Sebab, kata Mustofa, PDIP masih fokus pemilu serentak yang akan dihelat 17 April mendatang. “Saat ini partai tengah menguatkan soliditas dan tingkatkan konsolidasi untuk memenangkan Pemilu 17 April,” ujar pria yang akrab disapa Jimus itu kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan instruksi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristianto saat berkunjung ke Cirebon. “Instruksi DPP jelas, yakni jaga soliditas dan tingkatkan konsolidasi. Kalau untuk pengisian kekosongan jabatan wakil bupati masih sangat lama,” terangnya.

Disinggung siapa yang pantas menjadi wakil bupati nanti, Jimus kembali menegaskan itu menjadi kewenangan DPP PDIP. “Prosesnya seperti apa, itu nanti akan dijalankan partai pada saatnya. Kejadian OTT (OTT terhadap Sunjaya, red) jadi cambuk untuk PDIP. Makanya PDIP segera mengambil sikap supaya tidak berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada partai,”  tandasnya.

Sementara itu, jadwal pelantikan Sunjaya-Imron digelar hari ini di Bandung. Rapat melibatkan Pemrov Jawa Barat dan Pemkab Cirebon. “Rencananya besok (hari ini, rapat jadwal pelantikan bupati-wakil bupati terpilih, red) di Bandung,” ungkap Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Cirebon Doddy Mulyono.

Untuk segala persiapan lainnya, Doddy memastikan pihaknya sudah melakukannya. “Kalau persiapan yang kita lakukan sudah maksimal. Termasuk baju pelantikan juga sudah kita siapkan dan persiapan lainnya juga sudah kita laksanakan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kabag Tata Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Barat Emma Kusumah Cahyaningsih MM mengaku pihaknya beserta Pemkab Cirebon akan melakukan rapat bersama terkait pelantikan bupati-wakil bupati terpilih pada Selasa (12/3). Rapat tersebut akan membahas secara keseluruhan terkait dengan pelantikan Sunjaya dan Imron.

Seperti diketahui, Sunjaya-Imron memenangkan Pilkada Kabupaten Cirebon yang digelar 27 Juni 2018. Sunjaya berstatus petahana, menggandeng Imron, sahabatnya yang juga mantan kepala Kemenag Kabupaten Cirebon. Pada rekapitulasi suara KPU Kabupaten Cirebon 4 Juli 2018,  keduanya unggul dengan perolehan 319.630 suara.

Pasangan Kalinga-Santi berada di urutan kedua dengan perolehan 265.317 suara, kemudian Mohamad Luthfi-Nurul Qomar di urutan ketiga dengan 263.070 suara, dan paslon Rakhmat-Yayat Ruhyat di urutan terakhir dengan perolehan 152.502 suara.

Sunjaya-Imron memang belum dilantik. Sunjaya sendiri seharusnya masih memimpin hingga akhir masa jabatan pada 19 Maret 2019. Tapi, Sunjaya harus berurusan dengan hukum. Ia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 24 Oktober 2018 lalu dalam kasus dugaan suap mutasi jabatan.

Jika akhirnya dilantik 19 Maret 2019, Sunjaya kemudian dinonaktifkan. Dan, Imron kemudian menjadi pelaksana tugas (Plt), lalu akan menjadi bupati definitif setelah kasus Sunjaya memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht. Sunjaya saat ini sudah mulai diadili di Pengadilan Tipikor Bandung dengan agenda masih pemeriksaan saksi-saksi. (sam/den)