Wabup Tarsono Instruksikan Camat Gali Potensi Daerah

Wabup Majalengka, Tarsono D Mardiana meletakan baru pertama pembangunan jalan pengembangan kawasan Ciboer. Pemerintah Majalengka akan terus menggali potensi wisata dan ekonomi kreatif. FOTO:ANDI AZIS MUHTAROM/RADAR MAJALENGKA
Wabup Majalengka, Tarsono D Mardiana meletakan baru pertama pembangunan jalan pengembangan kawasan Ciboer. Pemerintah Majalengka akan terus menggali potensi wisata dan ekonomi kreatif.FOTO:ANDI AZIS MUHTAROM/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka akan terus menggali potensi wisata dan ekonomi kreatif sebagai program unggulan Kabupaten Majalengka. Mengingat saat ini, wisata dan ekonomi kreatif Majalengka telah memiliki pasar sendiri. Market wisata yang sudah terbentuk inilah harus dioptimalkan untuk menghidupkan aktivitas niaga dan perekonomian warga khususnya di sekitar lokasi objek wisata.

Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana telah menginstruksikan camat untuk berkoordinasi dengan desa dan tokoh masyarakat untuk menggali potensi di daerahnya. Potensi unggulan itulah yang dianggap Tarsono harus dikedepankan.

Saat ini, kata Tarsono, spot-spot wisata di masing-masing wilayah bisa digali dan dikembangkan konsep pengelolaan dan pemasarannya. “Kita telah instruksikan para camat untuk berkoordinasi dengan desa dan lembaga di wilayahnya untuk terus menggali potensi wisata yang bisa dimunculkan. Yang sudah ada silahkan ditata dan ditentukan konsep pemasarannya. Semakin banyak potensi wisata yang dihadirkan, maka perekonomian warga sekitarnya akan ikut terdorong,” ujar Wabup.

Wabup juga mengapresiasi terus munculnya spot-spot wisata baru yang potensial, serta munculnya komunitas ekonomi kreatif dan seniman lainya di Majalengka. Hal ini, kata dia, menjadi nilai lebih dan membuktikan jika masyarakat Majalengka benar-benar kreatif dan inovatif.

Sebab menurutnya, tidak semua wilayah di Kabupaten Majalengka punya potensi wisata yang berbasis alam. Mengingat kontur wilayah Majalengka cukup heterogen terdiri dari dataran tinggi dam dataran rendah. “Nah semua wilayah sama-sama berkembang dengan kreativitas dan dan pemikiran yang inovatif,” jelasnya. (azs)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait