Waduh, Sebulan Jelang Pemilu, Kok Anggota Dewan Jarang Ngantor

Gedung DPRD Kabupaten Kuningan
Gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Foto: Dok. radarcirebon.com

KUNINGAN–35 hari menjelang Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, cukup banyak anggota DPRD Kabupaten Kuningan terpantau jarang masuk kantor. Sebagian dari mereka merupakan Caleg yang kini sibuk turun ke masyarakat untuk berkampanye.

Pantauan Radar Kuningan di gedung DPRD, Selasa (12/3), sejak beberapa waktu lalu, gedung milik rakyat ini nyaris sepi dari aktivitas anggota dewan yang diharapkan rajin ngantor. Hanya beberapa kali saja selama sebulan ini DPRD menerima kunjungan masyarakat baik audiensi maupun rapat kerja dengan mitranya di eksekutif.

Dari beberapa keterangan pihak Sekretariat DPRD, anggota dewan yang masuk kantor belakangan ini cukup terhitung. Mereka pun menganggap wajar karena anggota dewan yang seluruhannya berjumlah 50 orang tersebut, sebagian besar merupakan calon anggota DPRD yang kembali akan mengikuti kontestasi pada Pemilu 2019.

“Ya ada saja yang ngantor mah, mungkin mereka (anggota dewan, red) sedang sibuk berkampanye. Ini kan tinggal menghitung hari saja, pasti lagi sibuk-sibuknya,” kata salah seorang staf Sekretariat DPRD yang namanya enggan ditulis.

Ditanya bagaimana kegiatan anggota dewan beberapa waktu belakangan ini, ia menyebut aktivitas biasa dilakukan anggota dewan, mulai dari menerima kunjungan kerja, studi banding, dan bahkan sosialisasi tiga tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD beserta sosialisasi realisasi perda.

“Minggu kemarin ada sosialisasi Tupoksi DPRD dan realisasi Perda Kuningan oleh pimpinan dewan. Ada juga kunjungan dari luar daerah, juga studi banding. Iya, ada yang ke Bali dan ke Batam, itu dari empat komisi, tapi itu sudah lewat. Kalau yang kemarin sih ke Jawa Tengah,” katanya.

Sekretaris DPRD (Sekwan) H Suraja SE MSi, belum bisa memberikan konfirmasi terkait kehadiran para anggota dewan. Ia tidak ada di kantor saat Radar hendak mengkonfirmasi kemarin siang. Termasuk pimpinan DPRD, pun tidak ada di tempat, karena ke empat pimpinan dewan ini pun tercatat sebagai caleg incumbent, mereka yakni Ketua DPRD Rana Suparman SSos (PDIP), Drs Toto Suharto SFarm Apt (PAN), Hj Kokom Komariyah (PKS), dan H Uci Suryana SE (Golkar).

Menanggapi hal itu, pemerhati politik Kuningan, Sanhadi menganggap wajar anggota dewan kini jarang ngantor mengingat kebanyakan sedang berada di masyarakat untuk mencari atau memperkuat dukungan, agar kembali bisa terpilih dan duduk lagi di gedung DPRD sampai lima tahun ke depan. “Ya iya lah pasti jarang ke kantor, kan lagi sibuk kampanye. Tapi setidaknya diatur lah waktunya oleh sekretariat, sehingga jangan sampai kantor itu kosong, tidak ada sama sekali anggota dewannya,” ujar Sanhadi.

Lebih jauh Sanhadi mengungkapkan, dari prediksinya selama ini, sebagian besar caleg incumbent sudah semestinya lebih dekat dengan rakyat saat nanti kembali masuk di gedung dewan untuk periode kedua, ketiga dan bahkan ada yang sampai memasuki periode ke 4. Ia beralasan, kedekatan dengan masyarakat jelas sebagai tugas dewan sebagai wakil rakyat yang dibebani amanah untuk membela rakyat.

“Anggota dewan itu kan bebas berapa periode saja, tapi ada aturan tersendiri di masing-masing partai, batasannya sampai kapan. Tapi nyatanya kalau terpilih lagi nanti ada yang masuk periode ke 4. Mestinya harus menjadi anggota dewan yang lebih baik lagi, dan lebih dekat dengan rakyat, perbanyak membela masyarakat,” harapnya. (muh)