Waduk Jatiluhur Sudah Layak Jadi KEK

TINJAU LANGSUNG: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Saifudin Nur melakukan kunjungan langsung ke Waduk Jatiluhur beberapa hari lalu. FOTO: BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PEMPROV JABAR
TINJAU LANGSUNG: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Saifudin Nur melakukan kunjungan langsung ke Waduk Jatiluhur beberapa hari lalu.FOTO: BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PEMPROV JABAR

PURWAKARTA – Jika dikembangkan secara optimal, Waduk Jatiluhur atau Waduk Ir H Juanda yang terletak di Kabupaten Purwakarta, berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai lima kali lipat. Bahkan, sudah selayaknya dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat mengunjungi langsung waduk yang dibangun pada tahun 1957 oleh kontraktor asal Perancis Compagnie Francaise d’Entreprise, 19 Juni lalu.

“Hari istimewa karena saya konsentrasi melihat dengan kasat mata untuk kenaikan ekonomi wilayah ini,” ucapnya.

Menurutnya, apabila dikembangkan, waduk terbesar di Indonesia itu dapat menjadi unggulan Jawa Barat di sektor pariwisata. Maka, peninjauan kali ini bertujuan untuk menganalisa dan menentukan master plan untuk pengembangan kawasan tersebut.

“Kami meyakini ini bisa. Ditambah lagi dengan pariwisata event, seperti Paddle Board Competition, ada Jatiluhur Jazz Festival, restoran, ada pasar wisata, hotel terapung dan lain-lain,” tuturnya.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap, tahun 2020, proyek pengembangan Waduk Jatiluhur bisa dimulai. Makanya, dia membuka pintu lebar bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri yang mau terlibat dalam pengembangan waduk ini.

“Perencanaan belum kita buat. Tapi kita ingin ada penyebaran informasi yang masif tentang aktivitas menarik di Jatiluhur. Kemudian, kita semua harus kompak, baik Perum Jasa Tirta II (PJT II), Pemerintah Daerah Purwakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat,” harapnya.

Sementara, Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Saifudin Nur mengaku senang karena Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat paham betul akan potensi hidrologi di Tanah Pasundan.

Jika potensi itu dikembangkan, maka perekonomian Jawa Barat dapat meningkat. Sebab, jalur hidrologi punya nilai tambah dan tak hanya digunakan sebagai sumber air baku dan pertanian.

“Potensi hidrologi berlimpah. Sungai, danau, waduk, irigasi, untuk memaksimalkan potensi tersebut. Kami bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersepakat untuk mengembangkan sektor pariwisata air sebagai unggulan. Salah satunya Waduk Jatiluhur,” ucapnya.

Apalagi, lanjut dia, Waduk Jatiluhur punya keindahan alam dan merupakan infrastruktur strategis. Sehingga, pada Juli mendatang, pihaknya akan menggelar sejumlah event untuk menggeliatkan aktivitas wisata di kawasan Jatiluhur. “Antara lain Festival Paddle Board, Jatiluhur Run 10K dan Jatiluhur Jazz Festival,” imbuhnya.

Saifudin Nur pun menyatakan bahwa tak menutup sektor Iain yang bisa dilibatkan untuk wisata Jatiluhur termasuk para pelaku UMKM setempat. “Jika pengembangan sektor wisata air tersebut terwujud, maka akan memberikan manfaat lain seperti meningkatkan fungsi sosial hingga fungsi konservasi atau penataan lingkungan,” pungkasnya. (jun)