Wakil PM Selandia Baru Siap Bantu WNI Korban Penembakan

WAKIL-PM-SELANDIA-BARU
SALING MENDUKUNG: Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (kanan) berbincang dengan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/3). Peter turut berduka dan siap memberikan bantuan pada korban penembakan asal Indonesia. FOTO: ACHMAD IBRAHIM/AP

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Selandia Baru , Winston Peters, menyatakan siap membantu keluarga tiga warga Indonesia yang ikut menjadi korban teror penembakan di dua masjid Kota Christchurch pada pekan lalu.

Peters juga ikut diundang langsung Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), karena jenazah seorang WNI, Lilik Abdul Hamid, telah diterima oleh Indonesia.

“Terkait kejadian baru-baru ini, kami ingin menyampaikan rasa duka cita bagi Indonesia, keluarga Lilik dan dua WNI lainnya yang saat ini berada di rumah sakit,” ucap Peters usai bertemu JK di sela-sela Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerjasama Indo-Pasifik di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (20/3).

Peters mengatakan, Selandia Baru akan mengerahkan seluruh kemampuan dan cara untuk mendukung keluarga korban. Peters juga menyebutkan otoritas Selandia Baru akan memakamkan seluruh korban dengan layak dalam waktu dekat.

“Juga akan ada acara penghargaan untuk para korban yang tewas dan terluka pekan depan,” kata Peters.

Dalam kesempatan itu, Peters menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Indonesia terkait penyelenggaraan Christchurch.

“Indonesia telah memberikan dukungan kepada kami di tantangan yang sangat sulit seperti ini,” ujar Peters.

Peters juga menyambut baik wacana meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru terkait penanggulangan terorisme Christchurch pasca penembakan.

Sementara itu, JK juga turut berduka cita bagi Peters dan korban penembakan masal yang terjadi di Christchurch. “Disamping itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Selandia Baru karena otoritas di sana sangat cepat menanggulangi insiden penembakan dan melakukan penangkapan tersangka,” kata JK yang berdiri di samping Peters.

Aksi teror yang dilakukan seorang warga Australia, Brenton Tarrant terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret 2019. Masjid Yakni Al Noor dan Masjid Linwood.

Insiden terjadi saat umat Islam bersiap melaksanakan salat Jumat. Jumlah korban meninggal akibat peristiwa itu mencapai 50 orang. Korban luka dalam kejadian itu juga mencapai 50 orang.

Setelah peristiwa itu, kepolisian Selandia Baru mengamankan empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan seorang perempuan. Namun, baru Tarrant yang dijerat dengan dakwaan pembunuhan dan disidangkan. (der/fin)