Walah, 20 Warga Desa Slangit Keracunan Diduga Makan Ikan Pindang

Idah (baju biru) dan Babinsa Slangit Serda Bukori menjenguk korban di puskesmas. FOTO:CECEP NACEPI/ RADAR CIREBON
Idah (baju biru) dan Babinsa Slangit Serda Bukori menjenguk korban di puskesmas.FOTO:CECEP NACEPI/ RADAR CIREBON

CIREBON-Warga Desa Slangit, Kecamatan Kalangenan, Kabupaten Cirebon geger adanya keracunan masal, Selasa (19/3). Sedikitnya 20 orang pekerja bangunan menjadi korban keracunan yang diduga berasal dari ikan pindang deles. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam perisitwa tersebut. Semua korban cukup berobat jalan di Puskesmas Bangodua, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Kepada Radar Cirebon, aparat Desa Slangit Dama Adi menceritakan asal muasal kejadian tersebut. Disebutkan Dama, salah satu warga Idah (36) sedang membangun rumah di RT 13 RW 04, Blok 3, Desa Slangit. Pembangunan rumah yang sudah berlangsung tiga hari itu hanya dikerjakan kerabatnya.

“Seperti biasa, para pekerja bangunan di sini kalau sekitar pukul 09.30 WIB diberi sarapan makan dengan lauk seadanya. Seperti sayur, tempe, krupuk, ikan pindang dan lainnya. Makanan seperti itu sudah biasa,” beber Dama.

Namun, tidak lama setelah menyantap makanan, para pekerja mulai mengalami sakit dengan gejala yang sama. Seperti mual-mual dan pusing. Satu-persatu yang mengalami gejala itu dilarikan ke Polindes Slangit untuk diobati. “Awalnya satu-dua orang yang datang. Semakin lama, kok semakin bertambah. Bidan desa tidak berani menangani, sehingga kita rujuk ke Puskesmas Bangoduo,” jelas Dama.

Kepala Puskesmas Bangodua Hj Maemunah mengungkapkan, awalnya menerima korban keracunan sebanyak 14 orang. Namun, seiring berjalan waktu korban yang datang terus bertambah hingga mencapai 20 orang. Dari 20 orang yang diperiksa, hanya satu orang yang mengalami gejala berat. Sedangkan yang lainnya, hanya mengalami gejala ringan.

“Kita sudah melakukan penanganan di puskesmas dan memberikan obat kepada mereka. Diagnosa saat ini masih keluhan pencernaan yakni diare. Makanan yang dimakan macam-macam, jadi kita tidak bisa konfirmasikan penyebabnya karena perlu pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Di tempat yang berbeda, Idah (36) tuan rumah yang memberikan makanan kepada para pekerja langsung shock. Lantaran hampir semua pekerjanya mengalami sakit yang diduga karena keracunan makanan. Idah meyakini kalau keracunan tersebut berasal dari makanan berjenis ikan pindang deles. Pasalnya, sebagian pekerja yang tidak makan ikan tersebut, tidak mengalami sakit.

“Memang saat itu makanan banyak, ada sayur, tempe, krupuk dan lainnya. Tapi, dari ciri 19 pekerja yang makan ikan deles, pasti mengeluh sakit. Sedangkan, pekerja yang tidak makan ikan tidak sakit. Nenek Narwinten yang makan juga sakit. Bisa dipastikan dari ikan deles,” ujarnya di Mapolsek Klangenan.

Idah mengaku, dirinya membeli ikan pindang deles sebanyak 20 ekor seharga Rp50.000 dari pedagang asal Desa Kroya, Kecamatan Panguragan. Sayangnya tidak diketahui identitasnya, karena kebetulan lewat berdagang di jalan Desa Slangit. “Ikan pindang deles dibeli dari penjual keliling. Kebetulan ketemu di jalan. Pedagang tidak kenal namanya. Tapi, dia orang Desa Kroya,” tutur Idah.

Sementara itu, Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasat Reskrim AKP Kartono Gumilar mengatakan pihaknya mengerahkan petugas Polsek Klangenan, Dokkes, dan Unit Identifikasi untuk olah TKP dan memeriksa kondisi para korban.

“Kita lakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi lainnya. Kemudian kita juga ke lokasi kejadian untuk mengambil sample makanan berupa satu ikan pindang deles, oreg tempe, urab, dan kerupuk. Barang tersebut dibawa petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon untuk diperiksa di BPOM Bandung,” pungkas Kartono Gumilar. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait