Walah, Ternyata Anak Kuwu yang Mencuri Dana Desa Rp400 Juta

DSH ditahan di Mapolres Indramayu. FOTO:KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU
DSH ditahan di Mapolres Indramayu.FOTO:KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Kasus pencurian di Balai Desa Cikedung, Kabupaten Indramayu, terkuak. Pelaku yang membawa kabur Dana Desa (DD) sebesar Rp400 juta ternyata anak kuwu (kepala desa).

Data dari polisi, pelaku berinisial DSH (30). Semula polisi menyergapnya terkait kasus sabu-sabu. Di rumahnya di Desa Cikedung Blok I RT 09 RW 01, Kecamatan Cikedung, polisi menemukan 1 gram sabu-sabu dan alat hisap. Hal yang mengejutkan adalah ketika DSH mengaku membeli sabu-sabu dengan uang yang ia curi dari Balai Desa Cikedung.

Mendengar pengakuan itu, polisi pun melakukan proses pendalaman hingga akhirnya menemukan sisa uang yang dicuri tersebut. “Tersangka sekarang kita amankan di Mapolres Indramayu. Untuk kasus pencurian ditangani satuan reskrim, sedangkan penyalahgunaan narkoba ditangani satuan narkoba,” kata Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki SIK saat ekspose, Kamis (17/1).

Dalam pemeriksaan, lanjut Yoris, pelaku juga mengaku telah menggunakan sebagian uang untuk kebutuhan pribadi. Juga terungkap bahwa DSH juga ternyata menjabat sebagai Bendahara Desa Cikedung Lor (desa tetangga).

Saat ekspose kasus, DSH dihadirkan di hadapan wartawan. Ia tampak terus tertunduk dengan penutup wajah ala ninja. “Ini sisa uang yang kami sita dari DSH,” kata kapolres sambil memperlihatkan barang bukti kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, ketika itu, Kantor Pemdes Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu dibobol maling pada Jumat 7 Desember. Uang yang diembat itu baru diambil dari bank dan disimpan di lemari ruangan bendahara desa. Pencurian terjadi saat kantor desa sepi ditinggal pamong desa menunaikan Salat Jumat.

Bendahara Desa Cikedung Suta Wijaya, meninggalkan balai desa sekitar pukul 11.45 WIB untuk menunaikan Salat Jumat. Sebelum berangkat ke masjid, Suta Wijaya sempat mengecek uang tersebut yang masih tersimpan di lemari. Kemudian, sebelum menuju masjid, ia mengunci rapat lemari tersebut.

Tapi, saat situasi sepi itulah, pelaku melakukan aksinya. Ketika kembali dari masjid, Suta Wijaya kembali masuk ke ruangannya. Pintunya masih dalam keadaan terkunci. Namun, setelah memasuki ruangan, ia dibuat kaget melihat lubang kunci lemari sudah dalam keadaan rusak. Merasa curiga dan penasaran, ia pun langsung membuka lemari dan melihat uang dana desa yang disimpannya itu sudah hilang.

Saat itu, Camat Cikedung Endhy Yohendi juga mengakui adanya kejadian itu. “Benar kejadiannya seperti itu. Dana Desa itu disimpan di lemari di dalam ruangan bendahara desa. Itu uang DD tahap tiga 2018,” ujar Endhy. (kom)