Warga Cirebon Diminta Waspada Angin Kumbang untuk Dua Hari ke Depan

Kecepatan Angin Bisa Tembus 56 Km/Jam

ANGIN
ILUSTRASI-ANGIN

CIREBON-Belakang ini hembusan angin cukup kencang di wilayah III Cirebon. Bukan hanya itu, suhu udara khususnya dipagi hari dirasa sangat dingin. Ini sangat berbeda dengan hari-hari biasanya, terutama bagi masyarakat yang dekat pantai.

Prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatolofi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Idzyin menganalisa fenomena ini.  Menurutnya, peningkatan kondisi kecepatan angin  hari ini dan beberapa hari kedepan di sebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signfikan di wilayah utara dan selatan garis ekuator.

Ditambah dengan posisi matahari yang berada di utara ekuator. Hal ini mendukung terbentuknya pusat tekanan rendah di wilayah tersebut yang mencapai 998 hPa. Sedangkan di wilayah selatan mulai terbentuk pusat tekanan tinggi mencapai 1033 hPa.

Dengan perbedaan tekanan yang cukup signifikan ini, berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan ekuator. “Wilayah III Cirebon ini berada di selatan, dekat dengan pusat tekanan tinggi yang berada di daratan Australia,” kata Faiz –sapaan akrab Ahmad Faa Idzyin-.

Selain itu, ada faktor lokal lain yang cukup mempengaruhi, yakni Gunung Ciremai. Gunung menjadikan kecepatan angin semakin kuat di beberapa wilayah. Khususnya untuk Kota/Kabupaten Cirebon dinamakan angin kumbang. Untuk arah angin, Faiz menuturkan, berdasarkan hasil pengamatan hari ini arah kecepatan angin umumnya dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 48 km/jam.

Potensinya bisa mencapai maksimum 56 km/jam dan masih berlangsung untuk dua hari kedepan. Sehingga masyarakat diimbau berhati-hati terhadap bahaya pohon tumbang dan gangguan kesehatan. “Untuk nelayan, patut diwaspadai di perairan Pantura Cirebon dan Indramayu bisa mencapai kurang lebih 1,5 meter,” jelasnya.

Sementara untuk cuaca yang cukup dingin pada pagi hari biasa terjadi pada saat musim kemarau. Di mana tutupan awan sedikit sehingga bumi ini jadi seperti tidak berselimut. Pada kondisi ini, panas yang diserap pada siang hari akan sangat mudah terlepas pada malam hari.

Akibatnya dini hari hingga pagi hari terasa dingin dari biasanya. “Di Cirebon pagi suhu minimum terpantau empat hari terakhir 20 sampai 22 derajat Celcius. Kondisi ini diperkirakan bisa sampai Bulan September mendatang,” ungkapnya.

Penyebab lain suhu dingin dan angin kencang, saat ini sedang terjadi angin monsoon timur. Yakni berhembus aliran massa udara yang berasal dari Australia menuju ke Asia melewati Indonesia, termasuk Pulau Jawa khususnya Wilayah III Cirebon. Aliran dara ini bersifat basah, karena di benua Australia sedang musim dingin, imbasnya disebagian wilayah Indonesia juga akan terasa dingin.

Pengamatan beberapa hari terakhir, Pulau Jawa atmosfernya cukup sedikit. Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan. Rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi keluar angkasa pada malam hari tidak tertahan di atmosfer.

Energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di lapisan dekat permukaan bumi sedikit. Jadi ini salah satu faktor menyebabkan suhu udara lebih dingin dari biasanya. (gus)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait