Warga Desak Perlintasan KA Dipasang Palang Pintu

perlintasan-KA-Tanpa-palang-pintu
TANPA PALANG PINTU: Pemotor terlihat lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api di Blok Bunder Kolot Desa Bunder Kecamatan Widasari, Selasa (21/5). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Warga Desa Bunder Kecamatan Widasari meminta PT KAI memasang palang pintu di perlintasan kereta api Desa Bunder. Permintaan warga itu, setelah terjadi insiden tewasnya pemotor yang tertabrak kereta api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu, dua hari lalu.

Masyarakat Desa Bunder, Toriq (49) mengatakan, insiden tertabraknya salah satu warga oleh KA Cirebon Ekspres arah Cirebon-Gambir masih membekas diingatan masyarakat dua desa yakni Desa Bunder dan Ujungaris yang sering melewati perlintasan itu.

“Walaupun baru ada kejadian, warga tidak ingin kejadian tertabrak kereta kembali terulang, melihat tingkat keaman perlintasan juga sangat minim, sedangkan jalan ini jadi akses warga di Blok Bunder Kolot,” ujar Toriq.

Baca: IRT Tewas Tertabrak KA di Perlintasan tanpa Palang Pintu KM 174+1

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Bunder, Jamaludin mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami warganya sampai meninggal dunia karena tertabrak kereta api menjadi kewaspadaan semua pihak. Terutama bagi 400 jiwa warga Blok Bunder Kolot. Karena, kata Jamaludin, perlintasan yang menjadi akses utama warganya itu tanpa dilengkapi dengan palang pintu.

“Memang, kalau berdasarkan aturan palang pintu bukan menjadi pengaman pengendara, melainkan untuk mengamankan laju kereta api. Tapi, perlintasan KA tanpa palang pintu sangat rawan sekali pengendara tertabrak kereta api,” tuturnya.

Pemerintah Desa Bunder berharap, instansi terkait yakni PT KAI dapat memerhatikan tingkat keamanan perlintasan KA. Karena perlintasan berada di jalan utama warga yang beraktivitas. Sehingga, palang pintu bukan hanya sebatas pengamanan laju kereta api, namun para pengguna jalan saat melintasi jalan.

“Mungkin bisa dipasang palang pintu perlintasan agar warga lebih tertib. Kalau tidak ada palang pintu sangat membahayakan. Kami mengimbau warga  untuk memperhatikan rel dan lebih berhati-hati,” ujarnya. (oni)

Berita Terkait