Warga Nekat Trobos U Turn yang Ditutup, Padahal Cukup Berbahaya

Pengendara motor menerobos median jalan di jalur by pass Kedawung. FOTO:ILMI YANFA’UNNAS /RADAR CIREBON
Pengendara motor menerobos median jalan di jalur by pass Kedawung.FOTO:ILMI YANFA’UNNAS /RADAR CIREBON

CIREBON-Selama mudik dan balik, mayoritas u-turn atau tempat berputrar kendaraan di jalur pantura ditutup oleh polisi. Sebagian warga tak sabar dengan kondisi itu. Ada yang nekat menerobos median jalan, ada juga yang nekat melawan arus. Tentu, hal itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Seperti pantauan di by pass Arjawinangun, banyak para pengendara melawan arus. Hal itu dilakukan karena tak  ada pilihan lain. Saat u-turn ditutup, mereka terlalu jauh untuk berputar arah. “Ya saya sering lihat. Kalau gak terobos u-turn atau melawan arus,” terang Kadimo (41) salah satu warga yang ditemui di pinggir jalur by pass Arjawinangun.

Kadimo mengaku tidak menyalahkan warga yang nekat itu. “Ya memang kalau berputar arah terlalu jauh. Tapi, sekarang u-trun sudah mulai dibuka. Waktu ramai arus mudik atau arus balik, sebenarnya sangat berbahaya. Bisa saja terjadi kecelakaan kalau gak hati-hati,” ujar Kadimo.

Beberapa pengendara juga tidak menyesalkan untuk melakukan pelanggaran tersebut. “Ya gimana ya, yang lain juga pada melawan arus Mas. Aman, asalkan kita hati-hati. Kalau mengikuti arus, tidak deh. Terlalu jauh untuk berputarnya dan cuacanya juga sangat panas,” ujar Sali, salah satu pengendara.

Sementara itu, Panit Lantas Polsek Arjawinangun Iptu Suheryana mengatakan masyarakat memang maunya cepat tanpa memikirkan bahaya melawan arus atau menerobos u-turn yang ditutup. Padahal bila mengalami kecelakaan itu akan merugikan diri sendiri dan pemudik atau pengendara lain. “Sebelumnya juga sudah kita ingatkan dan lakukan imbauan, tapi ada saja oknum masyarakat membandel,” katanya. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait