Warga Protes, Tarif Parkir Kawasan Bima Mahal

Akses jalan kawasan Stadion Bima dipenuhi parkir kendaraan pengunjung pasar dadakan, Minggu (10/3). FOTO:YUDA SANJAYA/RADAR CIREBON
Akses jalan kawasan Stadion Bima dipenuhi parkir kendaraan pengunjung pasar dadakan, Minggu (10/3). FOTO:YUDA SANJAYA/RADAR CIREBON

CIREBON-Hal tersebut bermula dari Muhammad Salman (22) warga Cirebon yang sudah lama merantau di kota lain. Beberapa waktu lalu dirinya kembali menginjak Kota Udang. Menyempatkan waktu untuk kembali berolahraga di Minggu pagi tepatnya di Stadion Bima.

Pengalaman tak mengenakank terjadi di area parkir motor. Tak sampai satu menit, petugas parkir langsung menghampiri. Kemudian disodorkannya tiket karcis. Namun gelagat aneh justru dilakukan petugas parkir.

Salman bercerita, tiket parkir yang diberikan padanya itu sengaja ditutup di bagian nominalnya. Kemudian diberikannya pada Salman dengan kondisi dilipat. Sembari dikatakannya; “Dua ribu a.” Namun Salman tidak begitu saja memberikan tarif yang diminta. Alasannya ia sudah merasa curiga. Karena sejak awal petugas parkir itu nampak sangat terburu-buru.

Kemudian Salman mencoba mengulur waktu. Diterimanya karcis yang dilipat petugas itu. Setelah dibuka, ia terkejut. Dugaannya benar saja. Karena nominal yang dimintanya secara lisan tersebut ternyata tidak sesuai dengan apa yang tertulis di karcis yang diberikan petugas parkir.

Salman pun bertanya, mengapa nilainya menjadi Rp2 ribu. Kemudian petugas parkir menjawab bertele-tele. “Banyak berkilah ini itu awalnya. Terus baru akhirnya bilang sisanya untuk forum,” ujarnya.

Salman yang terkejut pun memborbardir petugas parkir tersebut dengan beragam pertanyaan. “Forum apa ya, forum yang mana. Kenapa dengan forumnya?” Lagi-lagi petugas parkir tersebut pun nampak bingung dan salah tingkah.

Padahal menurutnya, saat itu petugas parkir yang menghampirinya berseragam oranye seperti petugas parkir yang memang resmi ditempatkan di sana. Namun perilaku pungutan liar tersebut masih tetap saja ada. “Ya kecewa jelas. Sudah lama nggak ke kampung sendiri justru malah dapat perlakuan gini. Bukan nominalnya yang bermasalah, tapi perilakunya itu yang meresahkan,” ungkapnya

Setelah dipergoki bermain curang, petugas parkir tersebut pun langsung pergi meninggalkan Salman yang saat itu juga bersama ibunya. Ia merasa kecurangan parkir tersebut tentu merugikan. Meski nominalnya memang tidak seberapa dibandingkan dengan pengunjung Bima yang setiap Minggu hampir ribuan kendaraan memadati kawasan tersebut. “Jujur uangnya memang nggak seberapa, tapi kalau dikalikan sama kendaraan di Bima itu kan banyak yang parkir juga. Itu sudah berapa jumlahnya? Harus segera ditindak,” tambahnya.

Persoalan parkir di Stadion Bima hingga kini memang kerap menjadi sorotan. Dinas Perhubungan (Dishub) juga melakukan penetapan tarif parkir dan memasang pengumuman. Meski praktiknya, tarif yang diminta kerap tidak sesuai dengan ketentuan. Namun persoalan ini belum mendapatkan konfirmasi dari bidang terkait di dinas perhubungan. (myg)