Warga Taman Kalijaga Permai Menanti Pipanisasi Air Bersih

ILUSTRASI

CIREBON-Musim kemarau panjang telah menyebabkan sebagian warga, khususnya di wilayah selatan Cirebon mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Air tanah mulai susah didapatkan. Debit air sumur menyusut, bahkan telah kering kerontang.

Ketua RT 05 RW 13 Taman Kalijaga Permai , Indra (44) menuturkan, kesulitan air akibat kemarau panjang tahun ini sangat dirasakan oleh warga yang bermukim di Perumahan Taman Kalijaga Permai Kota Cirebon. Padahal sebelumnya, wilayah ini hampir tidak pernah merasakan kekurangan air. “Kemarau tahun ini, sangat ekstrem, hampir semua sumur bor kering kerontang,” katanya kepada Radar Cirebon.

Dengan kekeringan yang terjadi ini, Indra dan warga lainya meminta agar ada pipanisasi dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum ke wilayah tersebut. Namun demikian, meski sudah berkali-kali meminta jaringan pipa, usulan tersebut hingga kini belum direalisasikan. “Pengajuan pipanisasi belum terlaksana, alasannya karena pasokan air dari hulu sudah sangat terbatas,” ungkapnya.

Warga setempat, Alex (45) mengatakan, kekeringan seperti ini baru pertama kali dirasakan oleh warga. Kekeringan ini hampir merata. “Ini baru terjadi. tahun tahun sebelumnya kita tidak pernah mengalami seperti ini,” kata Alex.

Alex sendiri berusaha mendapatkan air dengan membuat sumur bor baru. Pasalnya sumur bor yang dimiliki sebelumnya, yang berkedalaman 20 meter sudah tidak mengeluarkan air. Hingga kedalaman 30 meter, Alex mengatakan air tanah yang dicari belum juga diperoleh.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kota Cirebon dari Partai Hanura Een Rusmiyati SE, mengakui masalah air bersih yang melanda wilayah selatan Cirebon memang sampai saat ini belum semuanya terakomodir. Masih ada beberapa wilayah yang belum terjangkau dropping air atau jumlahnya yang belum mencukupi kebutuhan warga. “Kami berharap Pemkot Cirebon untuk memprioritaskan warga Kecamatan Harjamukti yang tidak mendapatkan air bersih,” ungkapnya. (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait