Warung Makan Ludes Terbakar, Kobaran Api Nyaris Merembet ke SPBU

Bangunan warung makan terbakar dan api nyaris merembet ke SPBU Patrol. FOTO:KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU
Bangunan warung makan terbakar dan api nyaris merembet ke SPBU Patrol.FOTO:KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Sebuah warung makan di pinggir jalan Pantura Desa Patrol Baru Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, hangus terbakar, Rabu (18/9). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh perabotan yang ada di warung milik Saoji (43) itu ludes terbakar.

Kebakaran tersebut sontak membuat kaget dan panik karyawan SPBU 34.45205 (Pom bensin red) Patrol, termasuk pengendara yang tengah mengisi BBM. Warung makan yang terbakar itu letaknya berdempetan dengan SPBU.

“Saya kaget ketika melihat asap membumbung, kemudian ada kobaran api. Rupanya warung nasi yang di samping itu terbakar. Walaupun panik, saya bersama sejumlah karyawan lainnya mengambil tabung pemadam dan langsung menyemprotkannya,” ujar Supervisor SPBU Patrol Yoke Harfah kepada Radar Indramayu.

Yoke bersama sejumlah karyawannya itu menghalau kobaran api agar tidak merembet ke SPBU. Terlebih lagi, persis di samping warung tersebut terdapat tangki dan bungker BBM. “Kami terus berusaha menghalau api, agar tidak merembet ke tangki BBM itu. Taruhannya nyawa, karena jika tangki itu terbakar dan meledak, kami yang sedang melakukan penyemprotan saat itu juga terbakar,” ungkapnya.

Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan, setelah didatangkan satu unit mobil pemadam kebakaran bantuan dari PLTU Indramayu. Akibat kebakaran itu, warung makan milik Saoji beserta isinya ludes terbakar.

Kapolres Indramayu, AKBP H M Yoris Marzuki SIK melalui Kapolsek Patrol Kompol H Mashudi SH MH mengatakan, terbakarnya warung nasi tersebut diduga akibat korsleting listrik. Meski demikian, pihaknya akan menyelidiki peristiwa tersebut, guna mengerahui pasti penyebab sebenarnya.

“Sejumlah saksi akan kita mintai keterangan. Kami juga akan melarang pemilik warung tersebut untuk mendirikan kembali bangunan. Apalagi lahan yang ditempatinya bukan milik sendiri. Hal itu kita lakukan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Masalahnya, disampingnya SPBU,” kata Mashudi. (kom)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait