Waspada Pestisida Buah dan Sayur, DPPKP Sidak Pasar

Kepala DPPKP Maharani Dewi mengambil sampel buah di salah satu toko untuk sampel pemeriksaan cepat, Rabu (15/5). FOTO:NOVRILA MAYANG P/RADAR CIREBON

CIREBON-Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) melaksanakan inspeksi keamanan pangan di Pasar Kanoman dan salah satu toko buah-buahan.  Dari pemeriksaan itu, juga dilakukan pengambilan sampel makanan. Sasarannya adalah buah dan sayur lokal maupun impor. Petugas juga melakukan rapid test atau pemeriksaan cepat guna mengetahui kandungan atau kadar pestisida yang terdapat pada buah dan sayur.

Dalam pemeriksaan keamanan pangan di Pasar Kanoman, Kepala DPPKP drh Hj Maharani Dewi mengungkapkan, terdapat kandungan aflatoksi pada sample pangan tempe, kacang tanah juga kunyit yang kemungkinan terdapat aflatoksin. Namun pemeriksaan kandungan aflatoksin ini tidak bisa menggunakan rapid test yang bisa dilakukan di tempat. “Ada beberapa rangkaian tes uji untuk melihat hasilnya. Tidak bisa dengan rapid test,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Selain pemeriksaan kandungan aflatoksin, di Pasar Kanomann ini pihaknya juga mengambil sample sayuran dan buah-buahan khususnya jeruk dan lemon. Jeruk dan lemon memiliki pori-pori permukaan kulit yang cukup besar. Sehingga kemungkinan pestisida pada kulit buah tersebut dapat meresap sampai bagian dalam.

Dalam rapid test, kandungan pestisidanya sudah masuk ke bagian dalam buah jeruk dan lemon yang menjadi sample. “Yang kami ambil sample untuk dilakukan rapid test ini hasilnya menunjukan pestisidanya ini masuk hingga bagian dalam,” ucapnya.

Selain di Pasar Kanoman, pemeriksaan di salah satu toko buah dan sayur juga menunjukan kadar pestisida yang tinggi. Termasuk dengan jeruk dan lemon lokal serta impor. Sedangkan pemeriksaan terhadap sayuran pak choi di lokasi menunjukan kadar pestisida yang rendah.

Pengelola Toko Buah tersebut, Yuyun Sayunah menjelaskan buah impor yang didatangkan dari Jakarta tersebut sebelumnya sudah melalui pemeriksaan secara ketat. Belum lagi ketika datang dalam toko tersebut, kembali disortir yang cacat ataupun memiliki kekurangan. “Kita pilih yang terbaik sebetulnya,  yang kami jual sudah melalui serangkaian pemeriksaan ketat untuk menjual buah-buahan dan syauran terbaik kualitasnya,” paparnya.

Untuk mengurangi kadar pestisida dalam buah-buahan dan sayuran, masyarakat perlu membersihkan sayur maupun buah sebelum dibeli. “Karena buah yang terpapar  pestisida sendiri tidak memiliki ciri khusus. Caranya, cukup dicuci di air mengalir, kemudian dibilas atau dicuci menggunakan air hangat sebelum dikonsumsi. (myg)