Waspada Puncak Kemarau: Angin Kencang dan Titik Panas

Angin Kencang Dan Hotspot
ANGIN KENCANG: Forcaster BMKG Kertajati menunjukkan hembusan angin kencang dari tenggara mengarah ke selatan. Foto: Agus Rahmat/Radar Cirebon

CIREBON – Angin kumbang masih akan berhembus kencang di sekitar wilayah III Cirebon, dalam beberapa hari ke depan. Dari rata-rata kecepatan angin mencapai 41 KM/jam. Tapi setelah tiba di Cirebon bertambah menjadi 56 KM/jam.

Kondisi itu diperlukan kewaspadaan. Karena angin kumbang berpotensi menimbulkan bahaya pohon tumbang dan tubuh yang gampang sakit.

Forecaster BMKG Kertajati Ahmad Faa Idzyin mengatakan, peningkatan kondisi kecepatan angin di Wilayah III Cirebon hari ini dan beberapa hari ke depan disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signfikan. Ini terjadi di wilayah utara dan selatan ekuator.

Posisi matahari yang berada di utara ekuator mendukung terbentuknya pusat tekanan rendah di wilayah tersebut yang mencapai 991 hPa. Sedangkan di wilayah selatan mulai terbentuk pusat tekanan tinggi 1034 hPa.

“Perbedaan tekanan yang cukup signifikan ini berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan ekuator, mengingat wilayah III Cirebon berada di selatan dekat dengan pusat tekanan tinggi yang berada di daratan Australia,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Minggu (18/8).

Kecepatan angin bertambah, dipengaruhi juga oleh faktor lokal, yakni angin yang menabrak Gunung Ciremai. Yang semula 41 KM/jam meningkatkan menjadi 56 KM/jam dan masih berlangsung untuk dua hari ke depan.

Faa Idzyin juga mengingatkan, yang perlu diwaspadai, tinggi gelombang di perairan pantura bisa lebih dari 1,5 meter. Untuk suhu udara berkisar antara 21 hingga 35 derajat celsius.

Musim kemarau dan angin kencang ini membuat penguapan air semakin cepat. Sungai dan irigasi menjadi cepat kering sehingga tidak mampu mengairi sawah. Akibatnya, kekeringan ekstren terjadi di beberapa wilayah yang merupakan kantong pertanian.

Musim kemarau ini juga menimbulkan terjadinya titik panas (hotspot). Berdasarkan sensor modis BMKG, sebaran hotspot ini berada di wilayah Kabupaten Cirebon yakni Kecamatan Astanajapura. Kemudian Bandung, Garut, Pangandaran dan sejumlah titik di Sukabumi.

“Untuk itu di musim kemarau dan angin kencang ini, terutama wilayah yang ada hotspot agar tidak melakukan aktivitas membakar sampah. Bagi aparat setempat perlu menyediakan peralatan pemadam kebakaran dan membuat penampung air,” tandasnya. (gus)

Berita Terkait