Waspadai Pemungutan Suara Ulang

Pileg-dan-Pilpres-2019
Ilustrasi

CIREBON – Pemilu serentak kurang dari satu bulan lagi. Penyelenggara pemilu pun diimbau mewaspadai terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU). Seperti yang terjadi pada pemilu tahun 2014 lalu.

Ketua Fraksi Partai Nasdem, Muadi mengatakan, pada pemilu tahun 2014, khususnya daerah pilihan (dapil) 1 yang saat ini menjadi dapil 4 terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sembilan TPS.

“Pemilihan ulang terjadi karena tertukarnya suratnya. Ini jelas sangat merugikan caleg. Sebab, PSU itu mempengaruhi perubahan suara secara signifikan,” ujar Muadi, kepada Radar, Jum’at (22/3)

Oleh karena itu, Fraksi Nasdem menghimbau penyelenggara pemilu agar menjalin komunikasi yang baik dengan PPK dan KPPS sehingga tidak ada lagi insiden tertukarnya surat suara.

“Tidak ada maksud mengintervensi, hanya sekadar mengingatkan supaya tidak terulang di April 2019. Karena secara energi, ekonomi sangat merugikan kami,” ucapnya.

Disinggung berapa suara yang hilang akibat PSU saat itu pemilu 2014 lalu, Muadi mengaku tidak terlalu mengingatnya. Namun diakuinya penurunan suara cukup signifikan. “Saya gak ingat, tapi ada beberapa TPS yang tadinya saya menang ketika diulang kalah,” tandasnya.

Dia menjelaskan, tertukarnya surat suara sangat dimungkinkan, karena KPU mengurus ribuan TPS. Tapi dengan kewaspadaan dan kehati-hatiaan penyelenggara KPU, persoalan itu bisa diantisipasi.

“Kotak suara saat didistribusikan ke kecamatan dan TPS itu kan tidak boleh dibuka. Oleh karena itu KPU perlu teliti dan waspada, untuk kelancaran bersama. Artinya, jangan sampai kejadian di 2014 lalu terulang. Apalagi, sekarang ada lima surat suara dalam pemilu serentak ini,” pungkasnya. (sam)