Wilayah Cirebon Bakal Terkena Hari Tanpa Bayangan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

CIREBON – Pertengahan Oktober ini, Wilayah Cirebon diperkirakan mengalami kulminasi. Suatu hari tanpa bayangan. Apa itu kulminasi dan hari tanpa bayangan?

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn menuturkan, kulminasi atau transit atau istiwa’, merupakan fenomena ketika matahari tepat berada pada posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya dikenal dengan istilah kulminasi utama. Kala kulminasi, bayangan benda akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Itu sebabnya, hari kulminasi utama dikenal pula sebagai hari tanpa bayangan. Dia menyebutkan, kulminasi utama di wilayah Indonesia terjadi dua kali dalam setahun. Waktunya tak jauh dari ketika matahari berada di khatulistiwa.

Khusus untuk Kota Pontianak yang terletak di khatulistiwa, fenomena itu terjadi bersamaan dengan saat matahari tepat di khatulistiwa pada 21 Maret 2019 dan 23 September 2019. “Sementara, titik kulminasi utama di daerah lain waktunya berbeda-beda,” imbuhnya.

Khusus Wilayah Cirebon, kulminasi utama pertama kali akan berlangsung pada 9 Oktober 2019 di Kabupaten Indramayu pukul 11.34 WIB. Kulminasi utama berikutnya akan berlangsung di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan, pada 11 Oktober 2019 pukul 11.32 WIB. Pada tanggal yang sama, fenomena ini berlangsung pula di Kabupaten Majalengka pukul 11.33 WIB.

Sejak saat ini, hingga nanti terjadinya kulminasi utama, suhu udara maksimum di Wilayah Cirebon diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 38 derajat celsius. “Saat ini, suhu udara maksimum di Wilayah Cirebon berkisar 36-37 derajat celsius,” tukasnya.

Setelah kulminasi utama, lanjutnya, suhu udara akan menurun hingga memasuki masa pancaroba (peralihan) dari musim kemarau ke penghujan. Masa pancaroba di Wilayah Cirebon diprakirakan akan dimulai pada akhir Oktober 2019 hingga pertengahan November 2019. (via)

 

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait