Wisata Cirebon Jalan di Tempat, Pemda Akui Tak Punya Anggaran

jml-wisata-kaspeuhan-(1)
Pengunjung berkeliling di area belakang Keraton Kasepuhan. Sepanjang libur lebaran, tercatat kenaikan wisatawan lokal hingga 100 persen.FOTO:JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON

Terpisah, Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati mengatakan konsep penataan kawasan wisata di Kota Cirebon masih berupa blue print dan sudah berada di asisten daerah (Asda). Tinggal di-follow up stakeholders terkait.

Penataan kawasan wisata, kata Eti, tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu tahapan. Tidak bisa pihaknya menangani sendiri. Perlu sinergitas semua SKPD atau semua dinas, ketersediaan anggaran, dan tentu masyarakat.

Terkait prioritas yang akan dilaksanakan dalam penataan ini, Eti akan memulainya dengan hal mendasar dulu. Yaitu, dengan membuat Kota Cirebon bersih, hijau dan tertib. Jika ini bisa tercapai, maka Eti yakin akan lebih banyak wisatawan yang berkunjung.

Setelah itu, memperbanyak agenda wisata seperti yang sudah dilakukan. Sebut saja Cirebon X-pose dan Cirebon Creative Fashion Carnival. Agenda wisata lainnya bisa diakses di aplikasi Cirebon Wistakon. Aplikasi ini merupakan kepanjangan dari wisata kota cirebon.  “Dalam aplikasi itu berisi sejumlah obyek wisata, hotel serta kuliner yang ada di Kota Cirebon. Selain itu, sejumlah gelaran budaya dan kegiatan lainnya juga akan ditayangkan dalam aplikasi itu,” ucapnya.

Tentang rencana Argo Wisata di Kawasan Argasunya, pihaknya masih menunggu penyelesaian dari tim penataan yang dibentuk Pemkot Cirebon dan Dinas ESDM Provinsi Jabar. Potensi di Argasunya diakui sangat memungkinkan, tapi masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan dulu.

“Satu lagi terkait Alun-alun Kejaksan, sudah masuk tahapan lelang pekerjaan fisik. Akhir tahun ini menurut rencana bisa diselesaikan, sehingga tahun depan kita mempunyai alun-alun yang representatif, yang bisa menarik wisatawan,” tandasnya.

Halaman: 1 2 3